Breaking News:

Virus Corona

Setahun Terakhir 2.380 Warga Jepang Meninggal karena Diskriminasi Terkait Virus Corona

Agustus lalu, sekelompok besar lebih dari 100 siswa dan anggota fakultas terinfeksi Covid-19 di sebuah sekolah menengah swasta di Kota Matsue.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kementerian Kehakiman Jepang di Kasumigaseki. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak 2.380 warga Jepang dalam setahun terakhir hingga Februari 2021 telah meninggal dunia karena diskriminasi terkait virus corona.

"Kementerian Kehakiman memiliki kebijakan untuk memperkuat kesadaran bahwa jika diskriminasi menyebar, jumlah orang yang menghindari inspeksi akan meningkat, yang dapat mempengaruhi tindakan pencegahan infeksi," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (8/3/2021).

Menurut Biro Hak Asasi Manusia Kementerian Kehakiman, Biro Hukum secara nasional telah menerima serangkaian konsultasi hak asasi manusia terkait diskriminasi dan prasangka terkait virus corona, dan jumlah konsultasi yang diterima dalam setahun hingga bulan lalu adalah lebih dari 2.380 orang.

Secara khusus, selain konsultasi bahwa orang yang terinfeksi virus corona dan kontak dekat mengalami reaksi berlebihan di sekitar mereka, seperti komentar, "Ketika saya kembali bekerja, saya dijauhkan dari rekan kerja saya sehingga saya mungkin masih sakit."

Ada banyak konsultasi tentang orang dan keluarga mereka yang telah menolak untuk menggunakan fasilitas atau berpartisipasi dalam acara.

Baca juga: Selama 10 Tahun 614 Warga Jepang Meninggal karena Kesepian

Baca juga: Jepang - Indonesia Kerja Sama terkait Teknologi Rekayasa Genetika Secara Artifisial

Kementerian Kehakiman berencana untuk memperkuat kesadaran bahwa penyebaran diskriminasi semacam itu akan meningkatkan jumlah orang yang menghindari tes dan menyembunyikan infeksi corona, yang dapat memengaruhi tindakan pencegahan infeksi.

Pesan video dari ketua subkomite pemerintah Professor Shigeru Omi juga diposting di situs khusus pencegahan diskriminasi terhadap corona yang diluncurkan oleh Kementerian Kehakiman bulan Maret ini.

"Kami meminta Anda untuk bertindak berdasarkan pengetahuan yang benar," imbau Shigeru Omi.

Video ini akan diputar di luar ruangan berskala besar di Tokyo, Osaka, dan Nagoya dari tanggal 15 Maret hingga 21 Maret dan juga akan disiarkan di akun Twitter resmi Biro Hak Asasi Manusia dan LINE.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved