Penanganan Covid

Prancis Masuki Lockdown Nasional Ketiga di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya saat memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu.

Wikipedia
Menara Eifel. Prancis Masuki Lockdown Nasional Ketiga di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 yang Banjiri Rumah Sakit 

TRIBUNNEWS.COM - Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya untuk memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu.

Semua sekolah dan toko non-esensial akan tutup selama empat minggu.

Jam malam akan diberlakukan dari pukul 19.00 hingga 06.00 waktu setempat.

Melansir BBC, pada Jumat (2/4/2021), jumlah pasien Covid-19 yang sakit parah di unit perawatan intensif (ICU) meningkat 145.

Ini adalah lonjakan terbesar dalam lima bulan.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron telah menjanjikan lebih banyak tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid.

Saat ini, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di ICU mencapai 5.000 pasien.

Baca juga: Prancis Perpanjang Lockdown Nasional Selama 4 Pekan dan akan Menutup Sekolah Mulai 3 April

Baca juga: Prancis Buka Kembali Kedutaannya di Libya setelah Ditutup 7 Tahun

Menara Eifel. Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya saat memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu.
Menara Eifel. Prancis memasuki lockdown nasional ketiganya saat memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam membanjiri rumah sakit negara itu. (Wikipedia)

Perjalanan Radius Lebih dari 10 Kilometer Perlu Perizinan

Selain pembatasan yang mulai berlaku pada Sabtu, mulai Selasa, orang juga memerlukan alasan yang sah untuk melakukan perjalanan lebih dari 10 kilometer dari rumah mereka.

Presiden Macron berharap untuk mengendalikan kasus virus corona Prancis tanpa harus memberlakukan penguncian lagi.

Baca juga: Mengungkap Orang Jawa di Kaledonia Baru, 125 Tahun Masyarakat Jawa dalam Pemerintahan Prancis

Bagaimana dengan negara Eropa lainnya?

Di Jerman, Presiden Frank-Walter Steinmeier meminta orang-orang untuk memainkan peran mereka dan mendapatkan vaksinasi.

Berbicara dalam pidato televisi kepada negara pada Sabtu, dia mengatakan negara itu berada di tengah gelombang ketiga dan menghadapi lebih banyak pembatasan.

Baca juga: Aturan Baru Pencegahan Covid-19 di Prancis Timbulkan Pertanyaan dan Kritik

Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan:
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. (EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP)

Dia juga mengakui, kesalahan telah dibuat khususnya dalam pengujian dan peluncuran vaksin.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved