Kelompok Muslim AS Kecam Aksi Kekerasan Israel terhadap Palestina

Kelompok Muslim di Amerika mengecam keras aksi kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa yang menyebabkan ratusan warga Palestina terluka.

Ahmad GHARABLI / AFP
Pasukan keamanan Israel menaiki tangga menuju masjid Kubah Batu di tengah bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Muslim di Amerika mengecam keras aksi kekerasan Israel di Masjid Al Aqsa yang menyebabkan ratusan warga Palestina terluka pada Jumat terakhir di bulan suci Ramadan.

Dalam sebuah pernyataan, Dewan Organisasi Muslim AS (USCMO) mengecam penyerangan yang terjadi di malam hari.

Melansir Anadolu Agency, USCMO juga mengecam penodaan Masjid Al Aqsa oleh pasukan Israel dan penembakan granat kejut pada jemaah yang melakukan shalat.

USCMO adalah koalisi terbesar dari organisasi Muslim nasional, regional, dan lokal serta institusi Islam.

Baca juga: Geger Terbaru Palestina-Israel ; Apa yang Terjadi di Sheikh Jarrah Yerusalem Timur?

Baca juga: Ini Pernyataan Resmi Kedubes Palestina Soal Peristiwa di Sheikh Jarrah

Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017.
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)

Organisasi tersebut mendesak Presiden AS, Joe Biden dan Kongres untuk menghentikan dukungan keuangannya bagi pemerintah dan institusi Israel terkait 'kejahatan nyata terhadap kemanusiaan'.

Rerpisah, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) pada Sabtu (8/5/2021) mendesak media dan jurnalis untuk berhenti menyebut serangan Israel terhadap Palestina sebagai bentrokan.

Nihad Awad, Direktur Eksekutif CAIR yang keluarganya berasal dari Palestina mengatakan, orang-orang Muslim dan Kristen di Palestina melanjutkan perjuangan mereka untuk melawan sistem pembersihan dan apartheid yang sedang berlangsung.

Warga Palestina dalam beberapa hari terakhir telah memprotes solidaritas dengan penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki di tengah serangan oleh polisi Israel.

Protes itu terjadi ketika Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka demi pemukim Israel pada awal tahun ini.

Polisi Israel berusaha membubarkan jemaah di dalam kompleks Masjid Al Aqsa Jumat malam, menggunakan granat setrum dan bom gas.

Wanita juga menjadi sasaran pasukan Israel, menurut saksi mata.

Sekira 205 warga Palestina terluka dalam bentrokan itu, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Baca juga: Penggusuran Warga Palestina di Yerusalem Ditunda setelah Bentrok dengan Polisi Israel

Masjid Al-Aqsa dikenal sebagai situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam.

Orang Yahudi menyebut daerah itu "Temple Mount" mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved