Breaking News:

Virus Corona

Donald Trump Kini Ragu Covid-19 Muncul dari Laboratorium Wuhan

Asal-usul Covid-19 tengah menjadi perhatian dunia setelah muncul teori bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, China.

JOE RAEDLE via AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato di Conservative Political Action Conference (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida. 

TRIBUNNEWS.COM - Asal usul Covid-19 terus menjadi perhatian dunia. Hingga kini belum ada kepastian dari mana virus itu kali pertama muncul.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang semula dikenal sebagai pendukung teori Corona muncul dari laboratorium Wuhan, angkat bicara.

Berbicara kepada Dan Bongino dari Fox Nation, Trump kini ragu, virus corona berasal dari laboratorium.

Mengutip Forbes, dengan nada bercanda, Trump mengatakan bahwa tuan rumah tidak perlu lagi menggunakan kata "berpotensi" ketika menyinggung soal teori tersebut.

"Saya pikir Anda bisa mengeluarkan kata 'potensi' yang berasal dari laboratorium," kata Trump kepada Bongino.

Baca juga: Soal Senjata Nuklir Korea Utara, Biden Peringatkan Takkan Beri Pengakuan Internasional seperti Trump

Baca juga: Trump Digugat Keturunan Tionghoa Gara-gara Sebut Covid-19 Sebagai “Virus China”

Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato di Conservative Political Action Conference (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida.
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato di Conservative Political Action Conference (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida. (JOE RAEDLE via AFP)

Trump menanggapi saat Bongino merujuk artikel dari Wall Street Journal, yang diterbitkan pada Jumat (21/5/2021) yang merinci soal laporan intelijen AS.

Laporan tersebut menemukan beberapa peneliti dari Institut Virologi Wuhan, China dirawat di rumah sakit karena penyakit mirip Covid pada November 2019, beberapa minggu sebelumnya kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi.

Komentar dari Trump muncul setelah 18 ilmuwan terkemuka menerbitkan surat di Science awal bulan ini yang menyerukan untuk menyelidiki lebih lanjut asal-usul Covid-19, yang menyatakan teori tentang kebocoran laboratorium tetap "dapat dilakukan."

Laporan baru tersebut menguatkan dan menambahkan detail baru ke lembar fakta Departemen Luar Negeri yang dikeluarkan Pemerintahan Trump pada Januari.

Dijelaskan bahwa peneliti China jatuh sakit pada musim gugur 2019, tetapi tidak menyebutkan bahwa mereka telah dirawat di rumah sakit.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved