Breaking News:

Virus Corona

Biden Perintahkan Intel AS Selidiki Asal-Usul Virus Corona

Presiden AS Joe Biden menginstruksikan lembaga intelijen menyelidiki informasi rahasia tentang asal virus Corona apakah dari laboratorium China

Nicholas Kamm / AFP
Presiden AS Joe Biden menyampaikan sambutan tentang COVID-19 dan program vaksinasi di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, DC pada 17 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Joe Biden menginstruksikan Lembaga intelijen AS untuk meninjau kembali informasi rahasia tentang asal-usul virus corona, termasuk apakah itu berasal dari kontak antara manusia dan hewan, atau dari laboratorium penelitian di China.

Dalam sebuah pernyataan  Rabu (26/5), Biden mengatakan komunitas intelijen AS telah "menggabungkan sekitar dua skenario yang mungkin terjadi", tetapi belum mencapai kesimpulan pasti tentang dari mana virus corona berasal.

Ia juga tidak memiliki keyakinan tinggi dalam kesimpulannya saat ini, dan tetap terpecah atas kesimpulan yang paling mungkin.

Karenanya, Biden mengatakan dia telah meminta dinas intelijen AS "untuk melipatgandakan upaya mereka untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat membawa kita lebih dekat ke kesimpulan yang pasti" dan melaporkan kembali kepadanya dalam 90 hari.

"Sebagai bagian dari laporan itu, saya telah meminta bidang penyelidikan lebih lanjut yang mungkin diperlukan, termasuk pertanyaan khusus untuk China," kata Presiden AS itu.

Baca juga: Trump Digugat Keturunan Tionghoa Gara-gara Sebut Covid-19 Sebagai “Virus China”

Sebuah studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis pada akhir Maret menyimpulkan bahwa penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain adalah skenario yang paling mungkin terjadi dan bahwa kebocoran laboratorium "sangat tidak mungkin".

Namun, pertanyaan tetap ada, tentang tingkat akses yang dimiliki penyelidik WHO selama misi pencarian fakta di Wuhan, Cina, serta laporan penyakit sebelumnya di antara para peneliti di Institut Virologi Wuhan (Wuhan Institute of Virology – WIV).

Sekelompok negara yang terdiri dari 14 negara menyuarakan keprihatinan tentang laporan WHO, dengan alasan penundaan dan kurangnya akses penuh ke data.

Sementara  WHO juga menyerukan penyelidikan lebih lanjut atas teori bahwa wabah tersebut adalah hasil dari kebocoran laboratorium.  Namun sejauh ini China membantah keras tuduhan itu.

Badan intelijen AS, sementara itu, telah memeriksa laporan bahwa para peneliti di laboratorium virologi Wuhan sakit parah pada 2019, satu bulan sebelum kasus pertama COVID-19 dilaporkan.

Baca juga: Donald Trump Kini Ragu Covid-19 Muncul dari Laboratorium Wuhan

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved