Breaking News:

17 Orang Tahanan Imigrasi Jepang Dikurung 24 Jam Ajukan Tuntutan ke Pengadilan

Tiga tahun yang lalu, 17 orang asing yang ditahan di Biro Imigrasi Daerah Osaka terjebak di sebuah ruangan yang sebenarnya  untuk 6 orang selama lebih

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kementerian Kehakiman Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Tiga tahun yang lalu, 17 orang asing yang ditahan di Biro Imigrasi Daerah Osaka terjebak di sebuah ruangan yang sebenarnya  untuk 6 orang selama lebih dari 24 jam, dan 4 di antaranya mengajukan tuntutan ganti rugi sekitar 3 juta yen ke Pengadilan Distrik Osaka kemarin (28/5/2021).

Tuntutan diajukan oleh mantan tahanan warga negara Nigeria, Pakistan, dan empat pria Peru.

Menurut pengaduan, 17 orang asing, termasuk penggugat, berkumpul di sebuah ruangan yang sebenarnya untuk 6 orang di waktu luang mereka sebelum tengah hari pada tanggal 17 Juni 2018, ketika mereka ditahan di Biro Imigrasi Regional Osaka saat itu.

Ketika itu sedang mendiskusikan bagaimana memperbaiki kamarnya, sistim medis dan fasilitas di tahanan. Staf tahanan  menyuruhnya untuk kembali ke kamarnya, namun menolak karena lagi diskusi, lalu staf tersebut mengunci mereka dari luar.

Ruangan dimatikan dan keesokan paginya ada gempa dengan intensitas seismik maksimum 6,1 magnitudeo di bagian utara Osaka.

Mereka tidak mungkin untuk keluar dari ruangan, dan dikatakan bahwa akhirnya dirilis setelah 24 jam atau lebih setelah tengah hari.

Keempat Penuntut diduga menderita tekanan mental dari kurungan yang tidak dapat dibenarkan dan mencari kompensasi sekitar 3 juta yen dari pemerintah Jepang.

Pengacara Ikuya Nakao, agen penggugat, mengatakan, "Saya pikir ada keadaan di sisi fasilitas juga, tetapi itu adalah tindakan hukuman sebagai perlakuan penahanan yang membuat saya berpikir bahwa saya akan melakukan sesuatu seperti ini apabila diperlakukan serupa pula."

Biro Imigrasi Regional Osaka mengatakan, "Kami belum menerima pengaduan, jadi kami akan menahan diri untuk tidak berkomentar."

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved