Breaking News:

Electric Kickboard Mulai Menimbulkan Masalah di Jepang, Kasus Tabrak Lari Hingga Mengemudi Tanpa SIM

Dugaan transfer dokumen diduga dilakukan di papan kickboard listrik tanpa izin di trotoar di Nakanoshima, Kita-ku, Osaka.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Seorang pengguna Electric Kickboard di Shibuya Tokyo di jalan raya tanpa helm menggunakan helm. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Electric Kickboard (kickboard listrik) mulai menimbulkan masalah dan korban di Jepang. Seorang wanita berusia 48 tahun cedera ditabrak pengguna kickboard di Osaka baru-baru ini.

Pria pengangguran berusia 30 tahun akhirnya ditangkap dan dikenakan denda 500.000 yen karena melanggar Undang-Undang Hukuman Cedera Mengemudi Mobil dan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan (tabrak lari).

Selasa (15/6/2021) lalu, Kantor Polisi Sonezaki Polisi Prefektur Osaka mengumumkan bahwa mereka telah mengirim dokumen panggilan hukum kepada seorang wiraswasta (27) di Kita-ku, Kota Osaka, karena dicurigai melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Jalan (mengemudi tanpa SIM), mengendarai kickboard listrik tanpa lisensi.

Dugaan transfer dokumen diduga dilakukan di papan kickboard listrik tanpa izin di trotoar di Nakanoshima, Kita-ku, Osaka, sekitar pukul 13.05 pada 28 Mei 2021.

Menurut polisi, pria itu sudah pernah diperingatkan oleh seorang anggota staf pada tanggal 25 Mei karena dia mengendarai kickboard listrik tanpa lisensi dan mengemudi di area yang sama.

Kickboard listrik adalah jenis sepeda motor mirip otoped, tetapi menggunakan tenaga listrik.

Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Raya mensyaratkan SIM dan pelat nomor untuk digunakan di jalan umum. Harus pakai kaca spion dan lampu seperti motor.

Tempat penyewaan Electric Kickboard di Shibuya Tokyo.
Tempat penyewaan Electric Kickboard di Shibuya Tokyo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sementara jumlah pengguna, terutama anak muda, telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan dan pelanggaran aturan juga terjadi.

Polisi prefektur memperkuat tindakan keras setelah serangkaian kecelakaan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved