Breaking News:

Keidanren Jepang Usul Pemerintah Pakai Paspor Vaksinasi untuk Dapatkan Diskon Makanan dan Minuman

Keidanren merekomendasikan pemerintah untuk memperkenalkan paspor vaksin, yang sedang dipertimbangkan di seluruh dunia.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Aplikasi Common Pass diperlihatkan bagi yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat kepada petugas bandara saat check-in di counter perusahaan penerbangan Japan Airlies. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Federasi organisasi ekonomi Jepang atau Keiranren mengusulkan kepada pemerintah untuk pembuatan paspor vaksinasi sekaligus bisa dipakai sebagai diskon makanan minuman serta fungsi lainnya.

"Mengenai "paspor vaksin" yang membuktikan vaksinasi virus corona, Keidanren telah mengusulkan kepada pemerintah untuk menggunakannya di Jepang, seperti memperkenalkan paspor digital dan mengurangi biaya makanan dan minuman dengan menunjukkan catatan vaksinasi," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (25/6/2021).

Keidanren merekomendasikan pemerintah untuk memperkenalkan paspor vaksin, yang sedang dipertimbangkan di seluruh dunia, karena "penting untuk mempromosikan penggunaan paspor vaksin untuk mencegah penyebaran infeksi dan mengarah pada pemulihan dini kegiatan sosial-ekonomi."

Untuk mencegah pemalsuan dan lainnya, paspor vaksin akan ditampilkan pada aplikasi smartphone untuk mempromosikan digitalisasi, dan bekerja sama dengan negara lain, catatan vaksinasi dan lainnya sehingga dapat dikonfirmasi pada saat berada di loket imigrasi, sebagai mekanisme umum.

"Kita harus mempromosikan hal ini ke seluruh anggota masyarakat nantinya," ujarnya.

Selain itu, catatan vaksinasi pada paspor vaksin harus digunakan secara efektif untuk merevitalisasi ekonomi lokal, seperti dengan menghubungkan diskon harga makanan dan minuman dan mengurangi pembatasan jumlah orang di acara.

Baca juga: Kaisar Jepang Tak Pernah Menyatakan Kekhawatiran terhadap Penyelenggaraan Olimpiade

"Di sisi lain, kami meminta agar dibuat pedoman yang mengatur aturan penggunaan catatan vaksinasi agar tidak merugikan mereka yang tidak dapat divaksinasi atau yang tidak menerima vaksinasi," kata dia.

Mengenai paspor vaksin, pemerintah telah mengindikasikan akan diperkenalkan dalam bentuk paper issue, cetakan selembar kertas saja.

Namun Keidanren memiliki kebijakan memperkuat upayanya untuk mendorong pemerintah mengenai isi rekomendasi tersebut.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved