Breaking News:

Honda Jet Jepang Gunakan Biofuel Berhasil Terbang dari Haneda ke Kagoshima

Sebuah pesawat penumpang Honda Jet yang menggunakan bahan bakar bio-jet (biofuel) domestik akhirnya berhasil terbang kemarin (28/6/2021) dari bandara

Foto: Norimono News
Honda Jet yang menggunakan bahan bakar Biofuel kemarin diterbangkan dari Haneda Tokyo berhasil mendarat di Kagoshima di selatan Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Sebuah pesawat penumpang Honda Jet yang menggunakan bahan bakar bio-jet (biofuel) domestik akhirnya berhasil terbang kemarin (28/6/2021) dari bandara Haneda Tokyo tiba di kagishima selatan Jepang.

Euglena Co., Ltd. melakukan penerbangan jet pribadi menggunakan bahan bakar bio-jet antara Haneda dan Kagoshima dan melakukan jumpa pers di hanggar di Bandara Haneda.

Penerbangan pertama dilakukan dengan pesawat penelitian Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata pada awal Juni 2021. Tetapi kali ini (29/6/2021) adalah penerbangan pertama dengan pesawat sipil.

Pesawat tersebut adalah "HondaJet Elite" milik Taro Chiba, seorang pilot penerbangan dan investor individu. Ini adalah mesin pertama yang dikirim ke Jepang.

Bahan bakar bio-jet yang digunakan adalah campuran dari alga halus Euglena (nama ilmiah Euglena) dan minyak goreng bekas dalam bahan bakar jet biasa.

Kalau terbang mengeluarkan CO2, tapi minyak goreng dan Euglena sama-sama organisme fotosintetik dan bukan berasal dari fosil yang mengeluarkan CO2 (karbon dioksida) yang terkubur di dalam tanah, sehingga konon bisa mengurangi emisi gas CO2.

Di sisi lain, tampaknya kualitas yang sama dengan bahan bakar biasa dijamin, dan telah memperoleh sertifikasi di Jepang (metode jaminan kualitas untuk minyak atsiri) dan Amerika Serikat (standar ASTM).

“Sebelas  tahun setelah saya mulai meneliti biofuel, akhirnya saya berhasil menerbangkan pesawat pribadi. Saya tidak bisa berkata-kata lagi sangat bahagia.  Langkah pertama untuk mengurangi emisi CO2 menjadi nol pada tahun 2050. adalah langkah yang dibuat hari ini," ungkap Presiden Euglena Mitsuru Izumo.

Menaiki pesawat yang mengeluarkan CO2 dalam jumlah besar adalah hal yang memalukan.

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved