Senin, 1 September 2025

Korea Utara Lakukan Reshuffle Pejabat, Analis: Ingin Fokus Urus Ekonomi, Bukan Program Nuklir

Korea Utara mengumumkan perombakan pejabat tinggi atau reshuffle. Analis menilai Kim Jong Un sedang ingin fokus urus ekonomi daripada program nuklir.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
AFP
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un - Korea Utara mengumumkan perombakan pejabat tinggi atau reshuffle. Analis menilai Kim Jong Un sedang ingin fokus urus ekonomi daripada program nuklir. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara mengumumkan serangkaian perubahan kepemimpinan, yakni perombakan pejabat tinggi atau reshuffle pada pekan lalu.

Keputusan tersebut mungkin merupakan reshuffle pejabat paling signifikan dalam beberapa tahun terkahir, Reuters melaporkan.

Media pemerintah belum memberikan perincian tentang perubahan personel, tetapi para analis percaya itu termasuk penurunan pangkat bagi mereka yang disalahkan Kim karena menyebabkan krisis besar.

Krisis besar di Korea Utara terjadi karena pandemi virus corona (Covid-19), menyebabkan munculnya masalah ekonomi hingga kekurangan makanan yang diperparah oleh penutupan perbatasan.

Foto-foto yang diterbitkan di media pemerintah pada Kamis (8/7/2021), tentang Kim Jong Un yang sedang mengunjungi makam keluarganya, mengkonfirmasi sesuatu.

Baca juga: Kim Jong Un Akui Korut sedang Krisis Pangan, Harga Pisang di Pyongyang Capai Rp641 Ribu

Tampaknya, seorang penasihat utama yang memainkan peran utama dalam program rudal balistik dan nuklir Korea Utara, Ri Pyong Chol, setidaknya telah kehilangan posisinya di Presidium politbiro.

Gambar ini diambil pada 8 Juli 2021 yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (depan, tengah) mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang pada hari peringatan terbesar.
Gambar ini diambil pada 8 Juli 2021 yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (depan, tengah) mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang pada hari peringatan terbesar. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Ri Pyong Chol, yang terkadang mengenakan seragam militer, terlihat di foto mengenakan pakaian sipil dan berdiri beberapa baris di belakang Kim Jong Un, menunjukkan posisi barunya tidak jelas.

Terlihat pula dalam foto, mereka yang berdiri di samping Kim Jong Un adalah warga sipil.

Kemungkinan militer telah "menekan urutan kekuasaan", kata Ken Gause, seorang spesialis kepemimpinan Korea Utara di CNA, sebuah organisasi penelitian dan analisis nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat.

Militer mendominasi urusan di Korea Utara dan tidak ada saran yang akan berubah dalam jangka panjang.

Tetapi dengan adanya reshuffle, menandakan bahwa untuk saat ini, Kim Jong Un tidak mungkin untuk melanjutkan ambang batas nuklir sementara dia berfokus pada masalah di dalam negeri, lanjut Gause.

"Fokus secara internal adalah pada ekonomi, bukan program nuklir," kata Gause.

Kim Jong Un telah frustrasi oleh para pejabat yang tidak secara akurat melaksanakan arahannya atau menyampaikan informasi kepadanya.

Perubahan personel mungkin sesuai dengan upaya yang lebih luas untuk "memperbaiki nyali rezim" dengan mengalihkan otoritas, tetapi bukan kekuasaan ke bawah rantai komando, jelas Gause.

Baca juga: Kim Jong Un Copot Pejabat Senior Terkait Penanganan Covid-19 karena Dinilai Timbulkan Krisis Besar

"Kim telah memperketat lingkaran dalamnya di sekitar sekelompok teknokrat dan personel keamanan internal, dua sektor yang didedikasikan untuk membuat Juche berjalan saat ini," katanya, mengacu pada ideologi kemandirian Korea Utara.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan