Breaking News:

Korea Utara Lakukan Reshuffle Pejabat, Analis: Ingin Fokus Urus Ekonomi, Bukan Program Nuklir

Korea Utara mengumumkan perombakan pejabat tinggi atau reshuffle. Analis menilai Kim Jong Un sedang ingin fokus urus ekonomi daripada program nuklir.

AFP
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un - Korea Utara mengumumkan perombakan pejabat tinggi atau reshuffle. Analis menilai Kim Jong Un sedang ingin fokus urus ekonomi daripada program nuklir. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara mengumumkan serangkaian perubahan kepemimpinan, yakni perombakan pejabat tinggi atau reshuffle pada pekan lalu.

Keputusan tersebut mungkin merupakan reshuffle pejabat paling signifikan dalam beberapa tahun terkahir, Reuters melaporkan.

Media pemerintah belum memberikan perincian tentang perubahan personel, tetapi para analis percaya itu termasuk penurunan pangkat bagi mereka yang disalahkan Kim karena menyebabkan krisis besar.

Krisis besar di Korea Utara terjadi karena pandemi virus corona (Covid-19), menyebabkan munculnya masalah ekonomi hingga kekurangan makanan yang diperparah oleh penutupan perbatasan.

Foto-foto yang diterbitkan di media pemerintah pada Kamis (8/7/2021), tentang Kim Jong Un yang sedang mengunjungi makam keluarganya, mengkonfirmasi sesuatu.

Baca juga: Kim Jong Un Akui Korut sedang Krisis Pangan, Harga Pisang di Pyongyang Capai Rp641 Ribu

Tampaknya, seorang penasihat utama yang memainkan peran utama dalam program rudal balistik dan nuklir Korea Utara, Ri Pyong Chol, setidaknya telah kehilangan posisinya di Presidium politbiro.

Gambar ini diambil pada 8 Juli 2021 yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (depan, tengah) mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang pada hari peringatan terbesar.
Gambar ini diambil pada 8 Juli 2021 yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (depan, tengah) mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang pada hari peringatan terbesar. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Ri Pyong Chol, yang terkadang mengenakan seragam militer, terlihat di foto mengenakan pakaian sipil dan berdiri beberapa baris di belakang Kim Jong Un, menunjukkan posisi barunya tidak jelas.

Terlihat pula dalam foto, mereka yang berdiri di samping Kim Jong Un adalah warga sipil.

Kemungkinan militer telah "menekan urutan kekuasaan", kata Ken Gause, seorang spesialis kepemimpinan Korea Utara di CNA, sebuah organisasi penelitian dan analisis nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat.

Militer mendominasi urusan di Korea Utara dan tidak ada saran yang akan berubah dalam jangka panjang.

Halaman
123
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved