Breaking News:

Olimpiade Tokyo

Khawatirkan Bahan Makanan dari Fukushima, Korea Operasikan Pusat Makan Siang untuk Atlet & Ofisial

Korea khawatir para atlet yang akan berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo akan diberikan bahan-bahan makanan dari Prefektur Fukushima.

Foto Fuji
Beberapa kosa kata kalimat dari tokoh Korea dipasang di Desa Olimpiade, bangunan untuk tim olahraga Korea 15 Juli lalu. Tetapi telah dicabut 16 Juli atas perintah pimpinan IOC. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Komite Olahraga dan Olimpiade Korea di Korea Selatan akan mengoperasikan pusat makan siang sekolah Korea di hotel terdekat Desa Olimpiade Tokyo mulai tanggal 18 Juli ini.

Alasannya karena khawatir para atlet Korea yang akan berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo akan diberikan bahan-bahan makanan dari Prefektur Fukushima.

"Selain itu, spanduk kontroversial Desa Olimpiade "Pahlawan Anti-Jepang" telah dicabut, Sabtu (17/7/2021) kemarin," ungkap televisi Jepang NTV, Jumat (17/7/2021).

Kekhawatiran delegasi Korea untuk Olimpiade tentang bahan-bahan di Prefektur Fukushima sehingga mengoperasikan pusat makan siang untuk para atlet dan ofisialnya sendiri.

Menurut media Korea, pusat makan siang sekolah Korea akan menyewa sebuah hotel di Urayasu, Chiba, dan operasi skala penuh akan dimulai pada tanggal 18 Juli 2021 ini.

Koki dan ahli gizi akan dikirim dari Korea Selatan untuk membuat kotak makan siang untuk 420 makanan sehari dan membawanya ke tempat kompetisi.

Pada tanggal 15 Juli 2021, spanduk dengan bendera Taegeuk (bendera Korea) dan kata-kata (alm) Jenderal Lee Sun-sin  dipasang di gedung perumahan atlet Korea di Desa Olimpiade di Tokyo (kiri). Kemudian, pada tanggal 16 Juli, seorang demonstran Jepang dari kelompok paling kanan berdemonstrasi dengan Bendera Matahari Terbit di dekat perumahan atlet Korea tersebut.
Pada tanggal 15 Juli 2021, spanduk dengan bendera Taegeuk (bendera Korea) dan kata-kata (alm) Jenderal Lee Sun-sin dipasang di gedung perumahan atlet Korea di Desa Olimpiade di Tokyo (kiri). Kemudian, pada tanggal 16 Juli, seorang demonstran Jepang dari kelompok paling kanan berdemonstrasi dengan Bendera Matahari Terbit di dekat perumahan atlet Korea tersebut. (Foto Chosun Ilbo versi Jepang)

Selain mendatangkan kimchi dari Korea Selatan, bahan makanan yang dibeli di Jepang akan diperiksa kandungan radioaktifnya seperti cesium.

Setelah kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, 11 Maret 2011, pihak Korea Selatan telah melarang impor produk laut dari delapan prefektur, termasuk Prefektur Fukushima, dan telah menyatakan keprihatinan yang kuat tentang kebijakan pelepasan air olahan dari pembangkit listrik tenaga nuklir ke laut.

Spanduk "Pahlawan Anti-Jepang" di Desa Olimpiade telah dicabut.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved