Breaking News:

Virus Corona

Kasus Melonjak, Myanmar Tingkatkan Target Vaksinasi

 Kementerian kesehatan yang dikendalikan militer Myanmar memperkirakan setengah dari populasi akan divaksinasi terhadap COVID-19 di tahun ini.

Ye Aung THU / AFP
Gambar yang diambil pada 14 Juli 2021 ini menunjukkan orang-orang mengantre untuk mengisi tabung oksigen kosong di luar sebuah pabrik di Yangon, Myanmar di tengah lonjakan jumlah kasus virus corona Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian kesehatan yang dikendalikan militer Myanmar memperkirakan setengah dari populasi akan divaksinasi terhadap COVID-19 di tahun ini.

Pengumuman ini disampaikan media pemerintah pada Selasa, yang dilansir Reuters, sehari setelah pihak berwenang mengumumkan rekor penghitungan kematian akibat virus corona.

Target vaksinasi sebagai upaya untuk menahan peningkatan infeksi yang eksponensial sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari lalu.

Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa hanya sekitar 1,6 juta orang telah diinokulasi dari populasi 54 juta.

Namun mereka mengatakan akan terus mengimpor vaksin hingga semua populasi berhasil di vaksin.

"Vaksin terus diimpor untuk memastikan bahwa 100% populasi sepenuhnya divaksinasi."

Laporan itu mengatakan bahwa sekitar 750.000 dosis vaksin China akan tiba pada hari Kamis dan lebih banyak lagi selama dua hari berikutnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin bahwa pihaknya meningkatkan upaya untuk memerangi lonjakan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan dan mengharapkan Myanmar untuk menerima cukup vaksin melalui fasilitas COVAX tahun ini untuk 20% dari populasi.

Myanmar mencatat rekor 281 kematian COVID-19 pada hari Senin, dan 5.189 infeksi baru berdasarkan laporan MRTV Television, media yang dikelola pemerintah melaporkan.

Baca juga: Relawan Jemput Mayat dari Rumah ke Rumah, Myanmar Diprediksi Jadi Negara Penyebar Tercepat Covid-19

Tetapi petugas medis dan layanan pemakaman mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka pemerintah militer, dan krematorium kelebihan beban.

Kasus di China juga melonjak berdasarkan laporan harian tertinggi infeksi baru sejak Januari.

Sebagian besar terkait dengan warga negara China yang kembali ke provinsi Yunnan dari Myanmar.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved