Breaking News:

Virus Corona

PBB Minta China Bekerja Sama dengan WHO Selidiki Asal Usul Covid-19

Pernyataan PBB muncul setelah China mengecam rencana WHO yang akan melakukan penyelidikan tahap kedua tentang asal-usul virus corona.

John MACDOUGALL / AFP
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara di Bundestag (majelis rendah parlemen) pada 18 Desember 2020 di Berlin. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) meminta China bekerja sama dengan tim penyelidikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencari asal-usul virus corona (Covid-19).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh kantor Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres melalui Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq.

"Kami memohon semua negara anggota, termasuk China, untuk bekerja sama sepenuhnya dengan Organisasi Kesehatan Dunia, dan jika Organisasi Kesehatan Dunia meyakini itu memerlukan informasi lebih lanjut, kami berharap mereka semua dapat bekerja sama," kata Haq.

Perlu diketahui, pernyataan PBB muncul setelah China mengecam rencana WHO yang akan melakukan penyelidikan tahap kedua tentang asal-usul virus corona.

Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (24/7/2021), Komisi Kesehatan Nasional China menilai kebutuhan badan kesehatan global itu yang ingin mengaudit laboratorium serta fasilitas penelitian di Wuhan untuk bahan penyelidikan sebagai suatu 'penghinaan', China pun menolak skenario ini secara keras.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China melalui Juru Bicaranya, Zhao Lijian pada Jumat kemarin bahkan menyatakan keprihatinannya dan mengklaim bahwa penyelidikan baru disusun dengan tujuan untuk mengalihkan kesalahan munculnya pandemi ini kepada China.

Baca juga: Virus corona: Apakah AS mendanai penelitian virus berbahaya di Wuhan?

"Orang tidak mungkin tidak berpikir bahwa rencana ini sengaja dibuat untuk terus menggaungkan 'teori kebocoran lab' yang diadvokasi oleh negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat (AS). Dan kurangnya transparansi dalam proses penyusunannya juga menambah kecurigaan bahwa rencana tersebut adalah produk politik, manipulasi," kata Lijian.

China pun menolak untuk bekerja sama dengan WHO pada penyelidikan kedua, setelah terungkap bahwa prosesnya akan mencakup 'audit laboratorium dan lembaga penelitian terkait' yang beroperasi di daerah di mana kasus Covid-19 kali pertama dikonfirmasi terdeteksi, yakni Wuhan.

Skenario ini mungkin akan menempatkan Institut Virologi Wuhan menjadi pusat penyelidikan WHO, karena kasus pertama telah terdaftar di kota Wuhan pada Desember 2019.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved