Breaking News:

Penanganan Covid

Lumpuh Setelah Divaksin Covid-19, Perawat di Korea Selatan Akan Dapat Kompensasi

Korea Selatan menyebut perawat yang lumpuh setelah mendapat vaksin Covid-19 sebagai korban kecelakaan industri sehingga bisa mendapat kompensasi

Editor: hasanah samhudi
HANDOUT / GETTY IMAGES ASIAPAC / GETTY IMAGES MELALUI AFP
SEOUL, KOREA SELATAN - 23 MARET: Dalam gambar selebaran ini yang disediakan oleh Gedung Biru Kepresidenan Korea Selatan, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menerima dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 di pusat kesehatan umum Jongno-gu dekat gedung biru kepresidenan pada tanggal 23 Maret 2021 di Seoul, Korea Selatan. Presiden Moon Jae-in menerima dosis pertama vaksin COVID-19 AstraZeneca saat ia berencana menghadiri KTT Kelompok Tujuh (G-7) yang akan diadakan di Inggris. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Untuk pertama kalinya di Korea Selatan, seorang asisten perawat yang menderita kelumpuhan setelah menerima vaksin Covid-19 diakui sebagai korban kecelakaan industry.

Pengakuan ini membuat perawat, yang tidak disebutkan namanya, memenuhi syarat untuk  mendapatkan tunjangan pemerintah dan kompensasi finansial.

Sebuah pernyataan Layanan Kompensasi dan Kesejahteraan Pekerja Korea, yang dikelola pemerintah, menyebutkan Jumat (6/8/2021) bahwa, asisten perawat itu divaksin dengan vaksin AstraZeneca pada 12 Maret 2021.

Namun perawat itu kemudian mengalami penglihatan ganda dan kelumpuhan, dan ia didiagnosis  menderita ensefalomielitis akut.

Layanan menyimpulkan bahwa perawat itu memenuhi syarat untuk kompensasi dan tunjangan pemerintah di bawah Undang-Undang Asuransi Kompensasi Kecelakaan Industri, karena situasi medisnya terkait dengan pekerjaannya.

Baca juga: Korsel Deteksi Dua Kasus Pertama Varian Delta Plus

Baca juga: Vaksin Covid: Israel sepakat bertukar vaksin dengan Korsel setelah batal kirim ke Palestina

Pernyataan itu menyebutkan, perawat perempuan itu tidak memiliki kondisi yang bisa menyebabkan kondisi sekarang.

“Tampaknya ada hubungan sebab akibat yang masuk akal antara efek samping dan vaksinasi,” kata pernyataan layanan tersebut.

Ditanya tentang kasus ini, AstraZeneca tidak merujuk secara langsung masalah ini.

Mereka hanya mengatakan keselamatan pasien adalah yang paling penting untuknya dan regulator di seluruh dunia.

“Regulator internasional, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia, terus menegaskan kembali bahwa vaksin menawarkan perlindungan tingkat tinggi terhadap semua keparahan Covid-19 dan varian yang menjadi perhatian, dan merupakan bagian penting dari upaya global untuk mengatasi virus tersebut,” sebut AstraZeneca dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari The Straits Times.

Baca juga: Banyak Warga Indonesia Takut Vaksin, Ini Pesan Carina Joe Ilmuwan RI Dibalik Vaksin AstraZeneca

Baca juga: Studi Pertama Kombinasi Vaksin AstraZeneca dan Sputnik V Tidak Tunjukkan Efek Samping Serius

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved