Breaking News:

Fumio Kishida Perkenalkan Go To 2.0, Kandidat LDP Lain Bicara Soal Perkawinan Sejenis di Jepang

Takaichi menyatakan kesediaannya untuk menaikkan upah bagi generasi muda dan memperkenalkan kredit pajak ketika menggunakan baby sitter.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Empat kandidat Presiden Partai Liberal Demokrat (LDP) dari kiri Taro Kono, Fumio Kishida, Sanae Takaichi dan Seiko Noda. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida berniat mempercepat proses promosi GoTo 2.0 (dulunya GoToTravel) agar kalangan industri pariwisata yang terdampak Covid-19 cepat terbantu bisnisnya.

"Banyak orang merasa lelah, industri pariwisata terkena dampak yang sangat serius. Kami mendiskusikan dengan rekan-rekan kami versi baru dari kebijakan promosi pariwisata," Go To 2.0. Saya akan melakukannya, dan saya pasti ingin menghubungkannya dengan hasil yang cepat dan lebih baik," papar Fumio Kishida, Minggu (19/9/2021) dalam kampanye pemilihan Presiden LDP Jepang secara online.

Dia menjelaskan akan mempertimbangkan untuk mengubah sistem yang menggunakan sertifikat vaksinasi dan menaikkan tingkat subsidi jika menggunakan penginapan kecil dan menengah.

"Itu sangat positif. Penting untuk menerima manfaat termasuk usaha kecil dan menengah, dan kami akan mengubah ekonomi dengan cara yang membuat semua orang bahagia sesegera mungkin," kata Kishida kepada wartawan.

Lalu kandidat lain yang sangat populer saat ini Menteri Vaksinasi Taro Kono menekankan soal pekerjaan sampingan.

"Salah satu opsi untuk menaikkan upah adalah pekerjaan sampingan. Bolehkah perusahaan memutuskan “tidak ada pekerjaan sampingan” sementara populasi menurun dan tenaga kerja tidak mencukupi? Kemungkinan harus diperluas," kata Taro Kono.

Mantan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Sanae Takaichi menanggapi wawancara dengan kalangan media pada 19 September 2021 sore.

Di antara mereka, Takaichi mengomentari langkah-langkah melawan penurunan angka kelahiran.

"Melihat berbagai data, semakin lama seorang pria menghabiskan pekerjaan rumah tangga, semakin banyak anak, jadi dia juga menanggung beban pekerjaan rumah tangga dengan kuat. Penting untuk mendapatkannya. Salah satu caranya adalah dengan mewajibkan laki-laki untuk mengambil cuti pengasuhan anak secara hukum," kata dia.

Baca juga: Popularitas Taro Kono Meningkat Dibanding 3 Calon Lainnya Usai Debat Kandidat LDP Jepang

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved