Breaking News:

PM Jepang Tidak Setuju Dengan Penggunaan Nama Keluarga Masing-masing Saat Menikah

Pada debat bagian kedua di Klub Wartawan Jepang di Uchisaiwaicho Tokyo, ada pertanyaan yang hanya dijawab ya atau tidak dengan mengangkat tangan

Foto Issei Kato
PM Jepang Fumio Kishida di Klub Wartawan Jepang siang ini (18/10/2021) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pada debat bagian kedua di Klub Wartawan Jepang di Uchisaiwaicho Tokyo, ada pertanyaan yang hanya dijawab ya atau tidak dengan mengangkat tangan.

PM Jepang Fumio Kishida tidak setuju dengan penggunaan nama masing-masing saat menikah.

Ya, dengan mengangkat tangan, jika para pemimpin partai  setuju untuk menyerahkan "RUU untuk memperkenalkan nama keluarga pasangan menikah selektif" dan "RUU promosi pemahaman LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender)" ke sesi Diet biasa pada tahun 2022.

Para  pemimpin dari delapan partai mengangkat tangan mereka, tetapi hanya PM Jepang Fumio Kishida yang tidak.

Ketika ditanya alasannya, PM Kishida mengatakan, "Penting untuk memikirkan sejauh mana kesadaran masyarakat telah berkembang  mengenai pemilihan nama keluarga pasangan menikah.

Mengenai RUU LGBT,  kita harus memikirkan bagaimana menangani RUU itu berdasarkan pembahasan undang-undang anggota parlemen. Kita menghindari pengaturan waktu."

Natsuo Yamaguchi, Presiden  Komeito koalisi pemerintah yang setuju mengangkat tangan, ketika ditanyakan, "Mengapa Anda tidak dapat membujuk Partai Demokrat Liberal (LDP) yang diketuai Kishida?"

"Komeito telah bersikeras pada nama keluarga selektif untuk pasangan menikah sejak awal, tetapi menunjukkan bahwa ada tanda-tanda perubahan di dalam Partai Demokrat Liberal.

"Baru-baru ini, semakin banyak orang menunjukkan pemahaman dan persetujuan. Saya berharap bisa membuat kesepakatan dengan LDP," tekan Yamaguchi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved