Deretan Bencana Alam Ekstrem Tahun 2021, di Amerika Serikat hingga Timor Leste
Bencana alam ekstrem melanda banyak negara di dunia pada tahun 2021. Badai, banjir hingga kebakaran menelan banyak korban.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Sedikitnya dua orang kehilangan nyawa.
Sebuah stasiun pemantauan di Sisilia melaporkan suhu 48,8C, tingkat yang diyakini beberapa ilmuwan bisa menjadi yang tertinggi dalam sejarah Eropa.
Baca juga: Sejumlah Desa di Pulau Adonara Flores Timur Diterjang Banjir
Baca juga: 5 Permukiman Warga di Medan Dikepung Banjir, Ratusan Rumah Tergenang
10. Yunani
Saat kebakaran hutan melanda bagian Eropa Selatan pada bulan Agustus, Yunani adalah salah satu negara yang terkena dampak paling parah.
Pulau Evia terbesar kedua di negara itu dievakuasi karena lebih dari 580 kebakaran melanda wilayah tersebut.
Hutan hangus oleh kebakaran hutan di Evia serta Peloponnese dan Attica, termasuk di sekitar ibu kota Athena.
Dua orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 20 lainnya luka-luka.
Peternakan dan ternak terbakar saat Yunani menyaksikan salah satu gelombang panas terburuk yang pernah tercatat, dengan suhu setinggi 47C yang berlangsung selama lebih dari seminggu.
11. Turki
Sedikitnya delapan orang tewas ketika kebakaran hutan melanda beberapa bagian Turki pada Juli dan Agustus, yaitu provinsi pesisir Antalya dan Mugla dan di Tunceli, Turki tenggara.
Banyak penduduk desa kehilangan harta benda dan hewan ternak, sementara penduduk setempat dan turis melarikan diri dari resor liburan dengan perahu.
Kebakaran hutan adalah yang terburuk dari jenisnya dalam setidaknya 10 tahun, dengan hampir 95.000 hektar terbakar, dibandingkan dengan rata-rata 13.516 pada titik yang sama antara tahun 2008 dan 2020.
12. Amerika Serikat

Badai Ida menghantam Pantai Timur AS pada Agustus dengan hujan yang memecahkan rekor beberapa hari setelah menghantam Pantai Teluk sebagai salah satu topan terkuat dalam catatan yang menyerang AS.
Badai itu menewaskan sedikitnya 45 orang dari Maryland ke New York ketika apartemen bawah tanah yang dipenuhi air, sungai dan anak sungai membengkak ke tingkat rekor, dan jalan raya berubah menjadi kanal yang menelan mobil.
Lebih dari satu juta rumah dan bisnis di Louisiana dan Mississippi hidup tanpa listrik setelah badai menghancurkan menara transmisi utama.
New Orleans terjerumus ke dalam kegelapan total sebelum listrik mulai kembali ke beberapa bagian kota beberapa hari kemudian.
(Tribunnews.com/Yurika)