Breaking News:

80 Persen Telepon Darurat di Jalan Antara Prefektur Mie-Nara Jepang Tak Dapat Digunakan

Kantor jalan raya nasional mengatakan telepon darurat itu tidak lagi diperlukan karena penyebaran ponsel yang sudah meluas.

Editor: Dewi Agustina
Foto NHK
Salah satu telepon darurat yang ada di antara jalan raya Mie-Nara Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lebih dari 80 persen "telepon darurat" yang dipasang di sekitar 60 km dari jalan raya yang menghubungkan Prefektur Mie dan Nara di Jepang rusak dan tidak dapat digunakan.

Kantor jalan raya nasional mengatakan telepon darurat itu tidak lagi diperlukan karena penyebaran ponsel yang sudah meluas.

Para ahli menunjukkan bahwa telepon darurat harus segera dihapus karena menyebabkan kebingungan dalam keadaan darurat.

Sebagian besar telepon darurat untuk melaporkan kecelakaan tidak tersedia di bagian "Jalan Raya Nasional Meihan", yang berjarak sekitar 56 km antara Kota Kameyama dan Kota Nara di Prefektur Mie.

Menurut Kantor Jalan Raya Nasional Hokusei--yang mengelola bagian ini--dari 136 telepon darurat yang dipasang di saluran atas dan bawah, 116 di antaranya atau sekitar 80 persen rusak seiring waktu dan tidak dapat digunakan.

Jalan Raya Nasional Meihan adalah jalan khusus mobil gratis dan tidak ada kewajiban untuk memasangnya, dan kantor jalan raya nasional menjelaskan bahwa telepon seluler telah tersebar luas.

Baca juga: Prefektur Tottori Jepang Cari Sosok yang Punya Wajah Mirip dengan Orang-orang di Zaman Yayoi

"Oleh karena itu telepon darurat tidak lagi diperlukan kecuali terowongan karena situasi jalan raya nasional memiliki alat pengawas kamera (CCTV)," papar pejabat operator Jalan Raya nasional Meihan.

"Sulit untuk memperbarui karena beberapa ponsel sudah tua dan suku cadangnya tidak diproduksi. Kami belum memutuskan waktunya, tetapi kami ingin mempertimbangkan untuk menghapusnya," kata Yasushige Kusagawa, Wakil Direktur Kantor Jalan Raya Nasional Hokusei.

Di sisi lain, Profesor Seiji Abe dari Universitas Kansai yang akrab dengan kebijakan transportasi mengatakan, "Ada kemungkinan Anda tidak dapat menggunakan telepon darurat meskipun Anda telah mengandalkannya. Oleh karena itu harus segera melepasnya agar tidak menyebabkan kesalahpahaman masyarakat."

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved