Iran Gelar Latihan Perang Besar di Tepi Selat Hormuz
Iran menuduh AS hendak menyita kapal tanker bermuatan minyak Iran di Laut Oman.
TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Tentara Iran mengadakan latihan militer laut, darat, dan udara skala besar.
Latihan ini digelar tak lama setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Laut Amerika Serikat terlibat konfrontasi di Laut Oman atas sebuah kapal tanker minyak yang hendak disita.
Latihan itu dilakukan Minggu (7/10/2021) pagi dan diharapkan menggabungkan kekuatan tentara, kapal, kendaraan lapis baja, pesawat berawak dan tak berawak, dan sistem rudal dan radar dalam kapasitas ofensif dan defensif.
Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abdolrahim Mousavi, mengatakan latihan diadakan di area seluas satu juta kilometer persegi (386.000 mil persegi) timur Selat Hormuz, Laut Oman, dan bagian utara Samudera Hindia.
Baca juga: Presiden Biden: AS Akan Balas Setiap Aksi Iran
Baca juga: Saudi-Iran Gelar Negosiasi Rahasia, Pangeran MBS Ingin Bersahabat dengan Teheran
Di darat, latihan akan diadakan di area umum provinsi tenggara Sistan dan Balochistan, dan Hormozgan, di samping pantai Makran.
“Karena kami menyadari musuh berusaha mengumpulkan informasi yang diperlukan setelah pasukan kami bergerak di daerah itu,” katanya.
“Mulai hari ini kami memperkuat upaya kami untuk memantau pergerakan musuh yang telah dimulai beberapa hari yang lalu,” imbuhnya dari pelabuhan tenggara Konarak.
Mousavi juga merinci pada hari pertama latihan, pasukan komando melakukan operasi untuk menembus pertahanan pantai musuh dari laut.
Sementara pasukan Iran dan sistem rudal dan radar akan mensimulasikan pertahanan garis pantai.
Televisi pemerintah menayangkan cuplikan speedboat yang bermanuver di laut, tentara yang menaiki helikopter tempur, dan pasukan komando yang terjun payung dari pesawat untuk mendarat di area pantai.
Tentara Iran dan IRGC telah mengadakan beberapa latihan skala besar di berbagai bagian negara itu dalam beberapa bulan terakhir di tengah ketegangan dengan AS, ancaman Israel, dan ketidaksepakatan dengan tetangga barat laut Azerbaijan.
Pejabat militer Iran pada Minggu terus memuji kemampuan militer negara itu dalam kaitannya dengan konfrontasi atas sebuah kapal tanker berbendera Vietnam yang dipublikasikan pada Rabu.
Mereka mengatakan AS mencoba merebut untuk "mencuri" muatannya dari minyak Iran. Tidak jelas ke mana kapal tanker itu menuju.
Yadollah Javani, wakil politik IRGC, mengatakan kepada penyiar televise Negara, AS berusaha mencegah penjualan minyak Iran dan menegakkan sanksi sepihak yang dijatuhkannya setelah penarikan 2018 dari kesepakatan nuklir Iran 2015.
:Tetapi Amerika tidak sadar karena … Pasukan Angkatan Laut IRGC menggunakan operasi heliborne untuk mengerahkan pasukan di kapal tanker yang ingin mencuri minyak Iran dan mengarahkan kapal ke perairan Iran dari jarak jauh,” katanya.
Awal pekan ini, televisi pemerintah menayangkan rekaman dramatis dari insiden tersebut, yang terjadi pada 25 Oktober 2021.
Video itu menunjukkan tentara Iran menaiki kapal tersebut. Mereka juga ditunjukkan peringatan dari kapal dan helikopter AS, dan mengawal kapal tanker itu kembali.
Kapal tanker itu, yang disebut Sothys, dan awaknya sekarang berada dalam tahanan Iran dan Vietnam mengatakan telah memulai pembicaraan untuk membebaskan mereka.
Para pejabat AS telah memberikan laporan yang kontras tentang apa yang terjadi selama insiden tersebut.
Mereka mengatakan klaim Iran mereka telah mencoba untuk mencuri minyak mereka tidak benar dan pasukan AS hadir hanya untuk memantau situasi.
Insiden itu dipublikasikan sehari sebelum peringatan 42 tahun pengambilalihan kedutaan besar AS di Teheran, yang menyebabkan krisis penyanderaan yang berlangsung selama 444 hari.
Pejabat Iran merayakan ulang tahun pada Kamis dengan pesan anti-Amerika dan anti-Israel.
Panglima IRGC Hossein Salami memuji tanggapan terhadap insiden kapal tanker dan berjanji untuk melawan pengaruh Amerika di wilayah tersebut.
Iran pada Rabu mengumumkan pembicaraan dengan kekuatan dunia di Wina untuk memulihkan kesepakatan nuklirnya, akan dilanjutkan 29 November.
Perundingan itu terhenti pada Juni, guna memungkinkan Presiden Iran Ebrahim Raisi membentuk pemerintahan barunya.(Tribunnews.com/Aljazeera.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tentaraa-irannn.jpg)