Breaking News:

Perubahan Karakter Pelaku Kriminal Pembakaran Gerbong Kereta Api Jepang

Orang Jepang percaya seandainya hidup kembali di masa depan, berharap bisa menjadi orang yang lebih baik, atau sesuatu yang baik nantinya.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Takayoshi Doi (61) ahli sosiologi terkenal Jepang. Profesor Humaniora dan Ilmu Sosial, Universitas Tsukuba. Spesialisasi dalam sosiologi kriminal, sosiologi hukum, teori perilaku menyimpang, dan teori masalah sosial. 

Lalu bagaimana dengan si Joker, Kyota Hattori (24), pelaku pembakaran kereta api pada 31 Oktober lalu?

Hattori setelah lulus SMA menjadi penopang lansia (perawat) dan bekerja di Internet Cage.

Tahun 2018 bekerja di Call Center perusahaan ponsel besar Jepang sebagai tenaga kontrak tahunan.

Orang-orang panik berusaha kabur dari jendela kereta saat Kyota Hattori (24), pria berkostum Joker, melakukan serangan pada malam Halloween, Minggu (31/10/2021).
Orang-orang panik berusaha kabur dari jendela kereta saat Kyota Hattori (24), pria berkostum Joker, melakukan serangan pada malam Halloween, Minggu (31/10/2021). (Kyodo News)

Lalu Juli 2021 dia mengundurkan diri karena bermasalah dalam mengantisipasi layanan konsumen.

Setelah dikeluarkan itulah Hattori mulai menyusun rencana hidupnya untuk berbuat sesuatu dan akhir Juli dia menginap di hotel bisnis di Kobe.

Lalu berpindah akhir Agustus menginap di hotel bisnis di Nagoya.

Kemudian mulai 30 September menginap di hotel bisnis yang ada di Hachioji Tokyo.

Semua biaya hotel dia lunasi.

Tanggal 25 Oktober Hattori mulai mengecat rambutnya di sebuah salon dengan warna keemasan agar dianggap banyak orang menarik, menurut pengakuannya kepada polisi.

Hattori juga terpengaruh dengan pelaku kejahatan dalam film The Joker.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved