Breaking News:

Politisi yang Tidak Diharapkan Terpilih dalam Pemilu Jepang versi Josei Jishin

Nama besar anggota parlemen yang tak terduga seperti Kiyomi Tsujimoto (61) dari Partai Demokrat Konstitusional dikalahkan.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Wakil Perdana Menteri Jepang yang juga Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso di Fukuoka, Senin (13/1/2020). 

Serangkaian komentar kasar dibuat bahwa penjelasannya tidak cukup untuk masalah Moritomo-Kakei yang ditemukan selama masa jabatannya sebagai Perdana Menteri dan masalah seputar Sakura wo Miru Kai.

"Ada terlalu banyak aliran uang yang tidak pasti, seperti masalah Moritomo Gakuen dan pesta melihat bunga Sakura," ungkap perempuan, pekerja kantoran berusia 40-an tahun.

Baca juga: Mulai Februari 2022, Pendapatan Perawat & Pekerja di Jepang akan Naik 3 Persen

"Karena seringkali terlalu tidak jelas, terutama masalah Morikake dan tidak bertanggungjawab," ungkap perempuan 50-an, ibu rumah tangga dan wanita kantoran berusia 30 tahunan.

Shinjiro Koizumi (40) dan Akira Amari (72) berada di posisi ketiga dengan angka yang sama.

Shinjiro, yang orang tuanya adalah mantan Perdana Menteri Junichiro, telah menunjukkan bahwa dia tidak memiliki kemampuan.

"Saya pikir itu orang tuanya saja. Saya tidak bisa mempercayainya karena itu hanya ucapan kosong," komentar siswa usia 20 tahunan mengenai Shinjiro.

"Saya tidak bisa menganggapnya sebagai anggota parlemen atau berposisi menteri," komentar perempuan berusia 30-an, pekerja kantoran.

Amari yang ayahnya Tadashi Amari (72 tahun) menjabat sebagai anggota DPR periode kedua.

Penjelasan yang tidak memadai tentang masalah keuangan yang dilaporkan telah merusak kredibilitas secara serius.

Akibatnya baru diangkat sebagai Sekjen Partai Liberal Demokrat (LDP) langsung mengundurkan diri karena kalah dalam pemilu nasional 31 Oktober lalu.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved