Uji Coba Antisipasi Kecelakaan Kereta Api di Jepang Gunakan Artificial Intelligence

Seibu Railway sedang mengembangkan sistem yang mendeteksi menargetkan orang apabila terjebak di perlintasan kereta api dan sepeda dengan AI.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hasil ujicoba antisipasi kecelakaan kereta api dengan menggunakan AI dan tampak kamera di sudut jalan (insert). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Untuk mencegah kecelakaan perlintasan kereta api, Seibu Railway sedang mengembangkan sistem yang mendeteksi orang dan benda di dalam perlintasan kereta api menggunakan AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan.

Uji coba dilakukan pada Selasa (14/12/2021) pagi.

Uji verifikasi dimulai di perlintasan kereta Seibu Ikebukuro Line di Toshima-ku, Tokyo, Jepang pagi ini.

"Kecelakaan perlintasan kereta api tidak ada habisnya, kami ingin mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan perlintasan kereta api sebanyak mungkin oleh AI," papar Takaharu Inuzuka, Kepala Divisi Sinyal dan Komunikasi dari Markas Besar Kereta Api Seibu.

Baca juga: PM Fumio Kishida Masih Belum Putuskan Sikap Jepang terkait Boikot Olimpiade Beijing

Seibu Railway sedang mengembangkan sistem yang mendeteksi menargetkan orang apabila terjebak di perlintasan kereta api dan sepeda dengan AI, dan 13 pekerja telah bekerja sejak dini hari pada hari pertama pengujian Selasa ini.

Saat kamera berperforma tinggi yang dipasang di pilar dekat perlintasan kereta api menangkap seseorang yang berada di dalam perlintasan kereta api, AI mendeteksi ketidaknormalan dan mengirimkan informasi, dan sinyal di sepanjang jalur kereta api yang kemudian berkedip merah untuk memberi tahu kereta adanya bahaya.

Hasil ujicoba antisipasi kecelakaan kereta api dengan menggunakan AI dan tampak kamera di sudut jalan (insert).
Hasil ujicoba antisipasi kecelakaan kereta api dengan menggunakan AI dan tampak kamera di sudut jalan (insert). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Dalam uji coba yang berlangsung hingga Maret tahun depan, kami akan memverifikasi apakah sistem ini beroperasi secara normal bahkan dalam berbagai situasi seperti pada malam hari. Dan Seibu Railway berencana untuk menerapkannya secara praktis mulai tahun depan dan seterusnya," tambah Inuzuka.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved