Virus Corona

Israel Persingkat Jeda Suntikan Booster dari 5 Bulan Jadi 3 Bulan

Kementerian Kesehatan Israel akan mengizinkan orang yang sudah divaksin Covid-19 lengkap untuk mendapatkan suntikan booster setelah tiga bulan.

JACK GUEZ / AFP
Seorang petugas medis Israel Magen David Adom memegang botol vaksin Pfizer-BioNtech di kota Ramat Gan Israel dekat Tel Aviv, pada 23 Desember 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan Israel akan mengizinkan orang yang sudah divaksin Covid-19 lengkap untuk mendapatkan suntikan booster setelah tiga bulan.

Sebelumnya, masa tunggu penerima dosis booster adalah lima bulan.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin (27/12/2021), pemerintah mempersingkat jangka waktu untuk meningkatkan kekebalan ketika varian Omicron menyebar ke seluruh dunia.

Melansir AP News, aturan baru akan berlaku untuk vaksin Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.

Baca juga: Mantan Menteri Vaksinasi Jepang Minta Kemenkes Bekerja Lebih Cepat untuk Program Vaksinasi Booster

Baca juga: Meski Vaksinasi Belum Rata, India akan Berikan Suntikan Booster pada Petugas Kesehatan dan Lansia

ILUSTRASI - Vaksin Moderna.
ILUSTRASI - Vaksin Moderna. (IST)

Namun, masih belum ada keputusan apakah pemerintah akan meluncurkan suntikan booster tahap kedua ke populasinya.

Negara itu saat ini tengah menghadapi infeksi Covid-19 yang kian meningkat.

Uji coba dosis keempat

Israel memulai uji coba vaksin virus corona dosis keempat pada Senin (27/12/2021).

Pemerintahan Naftali Bennet mengklaim langkah ini merupakan studi pertama dari jenisnya.

Baca juga: Telat Lakukan Vaksinasi Booster, PM Belanda Akui Telah Salah Langkah Melawan Covid

Baca juga: Perdana Menteri Belanda Akui Terlambat Memulai Kampanye Vaksinasi Booster

Seorang petugas medis Israel Magen David Adom memegang botol vaksin Pfizer-BioNtech di kota Ramat Gan Israel dekat Tel Aviv, pada 23 Desember 2021.
Seorang petugas medis Israel Magen David Adom memegang botol vaksin Pfizer-BioNtech di kota Ramat Gan Israel dekat Tel Aviv, pada 23 Desember 2021. (JACK GUEZ / AFP)

Mengutip CNA, rumah sakit besar Israel mulai memberikan suntikan vaksin Covid-19 dosis keempat kepada 150 staf pada hari ini, Senin (27/12/2021).

Pusat Medis Sheba dekat Tel Aviv mengatakan uji coba akan menjelaskan kemanjuran dosis keempat dan membantu pembuat keputusan menetapkan kebijakan kesehatan di Israel dan luar negeri.

Israel telah melaporkan 1.118 kasus yang dikonfirmasi dari varian Omicron.

Panel ahli Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan untuk menawarkan dosis keempat vaksin Pfizer/BioNTech kepada warga Israel berusia 60 tahun ke atas yang menerima suntikan booster setidaknya empat bulan lalu.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Donasi dari Prancis hingga Yunani Tiba di Indonesia

Baca juga: WHO Sebut Pandemi Tidak Akan Selesai Jika Terus Terjadi Ketimpangan Vaksin Covid-19 Antarnegara

Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca kepada warga di Terowongan Kendal, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Pemerintah melaporkan, hingga Kamis (26/8/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua yaitu sebanyak 33.357.249 orang atau 16,02 persen dari total target sasaran vaksinasi. Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 59.426.934 orang atau 28,53 persen. Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang. Tribunnews/Irwan Rismawan
Tenaga kesehatan bersiap menyuntikkan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca kepada warga di Terowongan Kendal, Jakarta, Jumat (27/8/2021). Pemerintah melaporkan, hingga Kamis (26/8/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua yaitu sebanyak 33.357.249 orang atau 16,02 persen dari total target sasaran vaksinasi. Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni sebanyak 59.426.934 orang atau 28,53 persen. Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Namun, persetujuan akhir oleh Direktur Jenderal Kementerian Israel masih butuh waktu.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved