Virus Corona

Hati-hati, Jumlah Infeksi Corona di Jepang Tidak Menurun

Jumlah orang yang baru terinfeksi tidak berkurang dengan mudah karena tindakan pencegahan virus corona baru.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Profesor Shigeru Omi. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Jumlah orang yang baru terinfeksi tidak berkurang dengan mudah karena tindakan pencegahan virus corona baru.

Hal ini terkait dengan penundaan vaksinasi ketiga.

"Infeksi tidak turun seperti yang diharapkan karena penyebaran infeksi ke orang tua dan anak-anak, serta keterlambatan vaksinasi ketiga," ungkap DR Shigeru Omi, Ketua Subkomite Pemerintah mengenai Penanggulangan Covid-19.

Menurutnya, "Jumlah anak muda berangsur-angsur berkurang, tapi apa yang disebut polarisasi? Infeksinya menyebar ke orang tua, anak-anak. Jadi infeksi itu disebabkan oleh itu yang berarti  tidak turun seperti yang kita harapkan bersama."

Hal tersebut, tambahnya,  juga terkait dengan fakta bahwa masih banyak orang tidak mendapatkan vaksinasi ketiga. 

"Kemungkinan rebound tidak dapat dikesampingkan," tegas Omi, yang ditanyai tentang munculnya kembali infeksi.

 Ia mencontohkan perlu diwaspadai kemungkinan munculnya galur mutan baru seperti BA.2 galur Omicron dan acara-acara seperti wisuda dan upacara penerimaan di masa mendatang akan ikut memicu perluasan infeksi corona.

Selain itu, partai oposisi memperdebatkan kemungkinan memasuki gelombang ke-7 tanpa menginfeksi gelombang ke-6 yang jatuh.

Ketua Omi mengatakan, "Kemungkinan tidak dapat disangkal. Oleh karena itu perlu memprioritaskan bagaimana mencegah penyebaran penyakit di kalangan lansia yang menyebabkan sesak medis, dan mengambil tindakan dengan cepat."

Infeksi corona, vaksinasi dan antisipasinya didiskusikan kelompok pecinta Jepang. Mau bergabung silakan email ke: info@tribun.in

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved