Konflik Rusia Vs Ukraina
Dekat dengan AS, Mengapa Negara Timur Tengah Ini Tak Mengutuk Invasi Rusia?
Uni Emirat Arab mendapat kritikan dari negara Barat lantaran abstain dalam resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Uni Emirat Arab mendapat kritikan dari negara Barat lantaran abstain dalam resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina, pekan lalu.
Penasihat UEA, Anwar Gargash mengatakan bahwa memihak hanya akan mendorong lebih banyak kekerasan.
UEA, kata dia, memprioritaskan untuk mendorong semua pihak melakukan usaha diplomatik dan negosiasi untuk menemukan solusi politik.
Perang di Ukraina, yang dimulai kurang dari dua bulan setelah UEA duduk di Dewan Keamanan, mendorong perubahan kebijakan luar negeri negara itu ke panggung dunia.
Dalam sebuah panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa lalu, Putra Mahkota Abu Dhabi mengatakan bahwa UEA menyerukan solusi damai atas krisis Ukraina.
Baca juga: Pasangan Amerika Berjalan Kaki Tinggalkan Ukraina Menuju Polandia Sambil Gendong Bayi Usia 4 Hari
Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, PBB: Laporan Kematian Tertunda, Jumlah Korban Sebenarnya Jauh Lebih Tinggi
Keduanya juga membahas kerja sama dalam sektor energi.
Negara-negara Arab lainnya juga menahan diri untuk tidak mengutuk invasi Rusia.
Arab Saudi, yang bermitra dengan Rusia dalam aliansi OPEC+, pada Selasa lalu mengatakan pihaknya mendukung upaya de-eskalasi internasional di Ukraina.
Liga Arab pada hari Senin juga menyerukan de-eskalasi dan pengekangan dalam komunike bersama.
"UEA (tidak boleh) diproyeksikan sebagai boneka Amerika Serikat lagi," kata Abdulkhaleq Abdulla, seorang profesor ilmu politik di UEA, dikutip dari CNN.
"Hanya karena kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Amerika, kami tidak menerima perintah dari Washington, dan kami harus melakukan hal-hal yang konsisten dengan strategi dan prioritas kami sendiri," tambahnya.
Kebijakan luar negeri independen UEA muncul di tengah gesekan antara Abu Dhabi dengan pemerintah Biden terkait masalah yang terjadi di negara Teluk tersebut.
Setelah menjabat, Biden mengeluarkan Houthi dari daftar organisasi teroris AS.
Tidak butuh waktu lama setelah itu, Houthi mulai melakukan serangan fatal di Abu Dhabi.
AS berjanji memperkuat pertahanan UEA, tetapi Abu Dhabi menginginkan Houthi dipertimbangkan sebagai organisasi teroris.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-joe-biden-dan-vladimir-putin-dgh.jpg)