Konflik Rusia Vs Ukraina
Inggris Jatuhkan Sanksi Asuransi pada Perusahaan Penerbangan Rusia
Sanksi terbaru bertujuan untuk memblokir perusahaan-perusahaan Rusia di industri penerbangan dan luar angkasa mengakses pasar asuransi Inggris.
TRIBUNNEWS.COM - Inggris mengumumkan sanksi baru pada Kamis (3/3/2022).
Sanksi terbaru bertujuan untuk memblokir perusahaan-perusahaan Rusia di industri penerbangan dan luar angkasa agar tidak dapat mengakses pasar asuransi Inggris.
"Perusahaan Rusia di industri penerbangan atau luar angkasa akan dilarang menggunakan layanan asuransi atau reasuransi, yang berbais di Inggris secara langsung atau tidak langsung," terang pernyataan yang dikeluarkan Kantor Perbendaharaan Inggris.
"Pemerintah Inggris telah mengumumkan keputusan ini, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina,"jelas pernyataan tersebut.
Baca juga: Imbas Konflik dengan Ukraina, Bank Dunia Hentikan Pinjaman Untuk Rusia
Baca juga: Jepang dan Indonesia Punya Pandangan Yang Sama Mengenai Perang Ukraina dan Rusia
Dikutip CNN, pernyataan itu juga menegaskan bahwa dengan langkah ini, Inggris menunjukkan komitmennya untuk menerapkan sanksi ekonomi yang berat kepada Rusia.
Penerbangan telah menjadi target utama setelah invasi Rusia ke Ukraina, dengan sanksi yang didukung Barat berdampak pada sektor penerbangan dan kedirgantaraan negara itu.
Klaim Kharkiv, Chernihiv, dan Mariupol tetap di tangan Ukraina
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengklaim bahwa kota Kharkiv, Chernihiv, dan Mariupol di Ukraina “tetap berada di tangan Ukraina,” meskipun ada penembakan berat oleh pasukan Rusia, Kamis (3/3/2022).
“Beberapa pasukan Rusia telah memasuki kota Kherson, tetapi situasi militer masih belum jelas,” kata Kementerian Pertahanan dalam pembaruan intelijen terbaru.
Baca juga: Evakuasi WNI dari Ukraina Berhasil Dilakukan, Disambut oleh Menlu RI di Bandara Soekarno-Hatta
Baca juga: Imbas Konflik dengan Ukraina, Bank Dunia Stop Pinjaman Untuk Rusia
Namun, Wali Kota Ihor Kolykhaiev mengatakan militer Ukraina tidak lagi hadir di Kherson dalam sebuah pernyataan yang diposting Rabu di Facebook.
"Penduduk sekarang harus melaksanakan instruksi dari orang-orang bersenjata yang datang ke pemerintahan kota," kata Kolykhaiev.
Komentarnya menunjukkan bahwa kota itu kini telah jatuh di bawah kendali Rusia.
Menurut pembaruan Kementerian Pertahanan, badan utama kolom besar Rusia yang bergerak maju di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, tetap berada lebih dari 30 kilometer (sekitar 18 mil) dari pusat kota.
Itu telah membuat “sedikit kemajuan yang terlihat dalam lebih dari tiga hari” yang telah “tertunda oleh perlawanan Ukraina yang gigih, kerusakan mekanis dan kemacetan,” kata Kementerian Pertahanan.
Baca juga: Mayoritas Positif Covid-19, Ada 14 Orang Tak Ikut Dievakuasi dari Ukraina ke Indonesia
Baca juga: China Bantah Tuduhan Minta Rusia Tak Serang Ukraina Sampai Olimpiade Musim Dingin Selesai
“Kementerian pertahanan Rusia telah dipaksa untuk mengakui bahwa 498 tentara Rusia telah tewas dan 1.597 terluka dalam perang Putin,” lanjut pembaruan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rusia-terus-gempur-ukraina_20220302_083135.jpg)