Selasa, 14 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Biden Sebut Ancaman Rusia Soal Perang dengan AS adalah Tanda Keputusasaan Putin

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menanggapi peringatan terbaru dari pejabat tinggi Rusia soal AS dan NATO yang ikut memerangi Moskow.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Sri Juliati
Pavel Golovkin, Eric BARADAT / AFP / POOL
(FILES) Foto kombinasi ini menunjukkan Presiden AS Joe Biden (kiri) saat memberikan sambutan tentang implementasi Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC pada 15 Maret 2021; dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ia dan mitranya dari Turki mengadakan pernyataan pers bersama setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow pada 5 Maret 2020. Presiden Joe Biden dan Vladimir Putin memulai panggilan telepon pada 30 Desember 2021 tentang solusi diplomatik atas meningkatnya ketegangan Rusia-Barat atas Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menanggapi peringatan terbaru dari pejabat tinggi Rusia soal AS dan NATO yang ikut memerangi Moskow.

Menurutnya, retorika semacam itu merupakan tanda keputusasaan yang dirasakan Rusia dari kegagalannya di Ukraina.

Dilansir Newsweek, dalam kesempatan itu Biden mengumumkan pengajuan proposal kepada Kongres terkait dana bantuan 33 miliar dolar AS untuk Ukraina. 

Setelah itu, seorang reporter bertanya kepadanya tentang pejabat Rusia yang menyebut konflik di Ukraina merupakan perang antara NATO, AS, dan Rusia.

Reporter itu menyinggung soal Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov yang baru-baru ini menyatakan bahwa NATO sebenarnya berperang dengan Rusia karena mengirim senjata ke Ukraina.

Baca juga: Jokowi Telepon Vladimir Putin Bahas Situasi Ukraina dan G20

Baca juga: Zelensky Akui Pasukan Rusia Nyaris Membunuhnya di Awal Invasi, Ada Dua Cara Penyerbuan

Presiden AS Joe Biden berbicara di Ruang Timur Gedung Putih tentang aktivitas militer Rusia di dekat Ukraina di Washington, DC pada Selasa (15/2/2022).
Presiden AS Joe Biden berbicara di Ruang Timur Gedung Putih tentang aktivitas militer Rusia di dekat Ukraina di Washington, DC pada Selasa (15/2/2022). (AFP)

"Itu tidak benar," jawab Biden.

"Mereka benar-benar mengkhawatirkan saya karena itu menunjukkan keputusasaan yang dirasakan Rusia tentang kegagalan mereka untuk dapat melakukan apa yang mereka rencanakan untuk dilakukan pada contoh pertama," ujar Presiden AS ini dalam koferensi pers di Gedung Putih, Kamis (28/4/2022).

"Jadi, saya pikir itu lebih merupakan cerminan bukan dari kebenaran, tetapi dari kegagalan mereka."

"Jadi, alih-alih mengatakan bahwa Ukraina, yang dilengkapi dengan beberapa kemampuan untuk melawan pasukan Rusia, melakukan ini, mereka punya untuk memberi tahu orang-orang mereka bahwa Amerika Serikat dan semua NATO terlibat dalam mengambil alih pasukan dan tank Rusia, dll."

"Jadi, ini—nomor satu, itu adalah alasan atas kegagalan mereka. Tapi nomor dua, itu juga, jika mereka benar-benar bersungguh-sungguh. Tidak ada yang boleh membuat komentar kosong tentang penggunaan senjata nuklir atau kemungkinan bahwa mereka akan melakukannya. Itu tidak bertanggung jawab," ujar Biden.

Para ahli menilai, Rusia mulai meningkatkan pernyataannya tentang NATO sebagai taktik untuk menyebarkan disinformasi dan ketakutan.

Rabu lalu, Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya menyebut pasukan Rusia akan melakukan serangan balasan terhadap NATO atau negara lain yang mengancam Rusia di Ukraina.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov juga membuat pernyataan serupa pada 13 April.

Selama wawancara dengan kantor berita milik negara, TASS, Ryabkov mengatakan Rusia akan menganggap kendaraan AS dan NATO yang mengangkut senjata di wilayah Ukraina sebagai "target militer yang sah".

Selama pidatonya tentang permintaan pendanaan, Biden menyatakan mengapa dia merasa mendukung Ukraina itu penting.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan para pemenang hadiah budaya negara melalui tautan video di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 25 Maret 2022. Presiden Putin pada 25 Maret mengecam Barat karena mendiskriminasi budaya Rusia, dengan mengatakan hal itu seperti upacara pembakaran buku oleh pendukung Nazi pada tahun 1930-an.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan para pemenang hadiah budaya negara melalui tautan video di kediaman negara Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 25 Maret 2022. Presiden Putin pada 25 Maret mengecam Barat karena mendiskriminasi budaya Rusia, dengan mengatakan hal itu seperti upacara pembakaran buku oleh pendukung Nazi pada tahun 1930-an. (Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)

"Biaya pertarungan ini tidak murah, tetapi menyerah pada agresi akan lebih mahal jika kita membiarkannya terjadi," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved