Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Klaim Serangannya Telah Menewaskan 600 Pejuang Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan artilerinya menyerang beberapa titik dan benteng Ukraina, mengakibatkan 600 pejuang tewas.
"Penjajah Rusia berfokus pada pemblokiran dan mencoba menghancurkan unit Ukraina di daerah Azovstal," kata tentara Kyiv dalam sebuah pernyataan.
"Dengan dukungan pesawat, Rusia melanjutkan serangan untuk mengambil kendali pabrik," imbuhnya.
Pernyataan ini muncul saat Rusia baru saja mengumumkan gencatan senjata di pabrik yang dikepung, di mana ratusan tentara Ukraina dan beberapa warga sipil telah terperangkap selama berminggu-minggu.
3. Gas Rusia
Perusahaan energi multinasional milik negara Rusia, Gazprom, mengatakan akan menggunakan kapasitas darat dari pipa Nord Stream 2 untuk kebutuhan gas domestik.
Sebelumnya pada Februari lalu, Jerman menghentikan proyek pipa gas Laut Baltik Nord Stream 2 yang dirancang untuk menggandakan aliran gas Rusia langsung ke Jerman.
4. Dua desa Rusia dibombardir Ukraina
Dua desa di wilayah Belgorod Rusia yang berbatasan dengan Ukraina telah ditembaki oleh Ukraina, menurut Gubernur Vyacheslav Gladkov.
Ia menyebut tidak ada korban sipil.
"Ada penembakan dari pihak Ukraina di Zhuravlyovka dan Nekhoteevka," katanya.
5. Rusia mencuri 400.000 ton gandum
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pasukan pendudukan Rusia telah "mencuri" 400.000 ton gandum dari selatan negara itu.
Sebuah foto ladang gandum yang terbakar diunggah di Twitter bersama pernyataan tersebut.
"Setidaknya 400.000 ton gandum dicuri oleh Rusia di wilayah selatan Ukraina yang diduduki. Itu lebih dari 6.000 gerbong. Pencuri Rusia membawa kematian dan kelaparan ke dunia," tulis kementerian itu di Twitter.
6. Lebih dari 220 anak tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rusiaukrain2345.jpg)