Sabtu, 30 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Klaim Serangannya Telah Menewaskan 600 Pejuang Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan artilerinya menyerang beberapa titik dan benteng Ukraina, mengakibatkan 600 pejuang tewas.

Tayang:
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Nuryanti
pixabay
Ilustrasi. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan artilerinya menyerang beberapa titik dan benteng Ukraina semalam, menewaskan lebih dari 600 pejuang. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan artilerinya menyerang beberapa titik dan benteng Ukraina semalam, menewaskan lebih dari 600 pejuang.

Menurut laporan Al Jazeera, dalam pernyataan ini kementerian juga mengatakan misilnya menghancurkan peralatan penerbangan Kanatovo di wilayah Kirovohrad tengah Ukraina dan gudang amunisi besar di kota selatan Mykolaiv. 

Hal serupa dilaporkan Reuters pada Kamis (5/5/2022) ini. 

"Angkatan bersenjata Federasi Rusia melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

"Lebih dari 600 nasionalis dan 61 unit senjata dan peralatan militer dihancurkan."

Ilustrasi. Rudak presisi tinggi Rusia hancurkan senjata kiriman negara barat untuk Ukraina
Ilustrasi. Rudak presisi tinggi Rusia hancurkan senjata kiriman negara barat untuk Ukraina (pixabay)

Baca juga: Propaganda Ukraina dan Nasib Warga Sipil di Komplek Pabrik Baja Azovstal

Baca juga: Mantan Presiden Brasil Sebut Zelensky dan AS Picu Perang Ukraina: Bukan Hanya Putin yang Salah

Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam 'operasi khusus' untuk demiliterisasi dan denazifikasi di negara tetangganya itu.

Pasukan Ukraina melakukan perlawanan dengan sengit.

Menanggapi hal ini, Barat menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia buntut invasinya ke negara bekas Uni Soviet itu.

Berikut sejumlah update invasi Rusia ke Ukraina, per Kamis (5/5/2022) menurut laporan Al Jazeera:

1. Rusia usir diplomat Denmark

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan tujuh diplomat Denmark 'persona non grata' sebagai tanggapan atas Kopenhagen yang mengusir 15 diplomat Rusia bulan lalu.

Ini juga merupakan balasan atas bantuan militer Kopenhagen ke Ukraina.

Kementerian mengatakan, kebijakan anti-Rusia Denmark sangat merusak hubungan bilateral dan Rusia berhak mengambil langkah tambahan sebagai tanggapan.

2. Rusia berusaha habisi tentara di Azovstal

Asap mengepul dari halaman pabrik baja Azovstal di kota Mariupol pada 29 April 2022, di tengah aksi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.
Asap mengepul dari halaman pabrik baja Azovstal di kota Mariupol pada 29 April 2022, di tengah aksi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina. (Andrey BORODULIN / AFP)

Ukraina mengklaim Rusia mencoba 'menghancurkan' tentara yang tersisa dan bersembunyi di pabrik baja Azovstal Mariupol.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved