Politisi Jepang Bahas RUU Perlindungan bagi Bintang Film Dewasa, Pidana 3 Tahun Jika Langgar Kontrak

Salah satu isi RUU perlindungan bagi bintang film dewasa itu adalah penjara 3 tahun bagi pelanggar kontrak dengan pemain film dewasa di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gedung Diet (parlemen Jepang) di Nagatacho Tokyo, Jepang tempat penggodokan semua RUU di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Politisi Jepang sedang membahas RUU perlindungan bagi bintang film dewasa dan diharapkan minggu depan disetujui bersama 6 pihak parpol besar Jepang.

Salah satu isi RUU perlindungan bagi bintang film dewasa itu adalah penjara 3 tahun bagi pelanggar kontrak dengan pemain film dewasa di Jepang.

"Selain itu, denda 100 juta yen atau kurang akan dikenakan pada perusahaan yang mencakup ketentuan pidana bagi produsen dan penjelasan kebohongan dalam kontrak. Juga hukuman penjara hingga 3 tahun atau denda 3 juta yen atau kurang akan dikenakan pada perusahaan yang mempekerjakan pemain film dewasa," papar sumber Tribunnews.com, Sabtu (14/5/2022).

Awal minggu depan, enam pihak akan melanjutkan prosedur internal dan bertujuan untuk meloloskan RUU dalam sesi Diet (parlemen) saat ini.

Untuk mencegah kerugian bagi yang berusia 18 dan 19 tahun dipaksa untuk muncul di video dewasa, 6 partai seperti Partai Demokrat Liberal dan Partai Demokrat Konstitusi terus berdiskusi dengan praktisi untuk undang-undang.

Baca juga: Sore Ini Kaisar Jepang Hadiri Peringatan 50 Tahun Kembalinya Okinawa Setelah Dijajah Amerika

"Jumat lalu mereka menyepakati isi RUU baru. Secara khusus, periode yang diperlukan dari penandatanganan kontrak hingga syuting adalah satu bulan, dan periode yang diperlukan dari akhir syuting hingga rilis adalah empat bulan."

"Selain itu, ada periode di mana kontrak dapat dibatalkan tanpa syarat, dan dua tahun sejak penegakan hukum adalah dua tahun sejak pengumuman, dan kemudian satu tahun sejak pengumuman," ungkapnya.

Sejak tahun lalu usia dewasa di Jepang sudah diturunkan yang tadinya 20 tahun menjadi 18 tahun dan mulai usia tersebut kini sudah bisa ikut dalam pemilihan umum di Jepang.

Sedangkan film usia dewasa (AV) di Jepang banyak menggunakan anak muda supaya lebih laku terjual dan menguntungkan.

"Karena masih muda, banyak yang ditipu, banyak yang dilakukan kekerasan dan sebagainya sehingga banyak mengalami kerugian bagi para pelaku pemain film dewasa yang berusia muda," tambahnya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved