Konflik Rusia Vs Ukraina
POPULER Internasional: Mantan PM Rusia Sebut Putin Mulai Sadari Kekalahan | Ukraina Minta Senjata
Rangkuman berita populer Internasional, di antaranya Mantan PM Rusia mengatakan kepercayaan diri Vladimir Putin mulai hilang terkait perang di Ukraina
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Arif Fajar Nasucha
TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer Tribunnews di kanal Internasional dapat disimak di sini.
Mantan Perdana Menteri Rusia, Mikhail Kasyanov, mengatakan kepercayaan diri Vladimir Putin mulai hilang terkait perang di Ukraina.
Putin disebut merasa mulai sadar dirinya telah karang perang di Ukraina.
Sementara itu, situasi di medan perang semakin buruk, Ukraina meminta AS mengirimkan bantuan senjata.
Soal rencana Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO, Turki rupanya tidak sepenuhnya setuju.
Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Mantan PM Rusia: Putin Mulai Sadar Ia Kalah dalam Perang di Ukraina
Mantan Perdana Menteri Rusia, Mikhail Kasyanov, mengatakan kepercayaan diri Vladimir Putin mulai hilang terkait perang di Ukraina.
Dalam sebuah wawancara dengan DW pada Jumat (14/5/2022), dari lokasi yang dirahasiakan di Eropa, Kasyanov mengatakan Presiden Rusia mungkin telah disesatkan oleh para jenderalnya tentang keadaan perang.
Kasyanov menjabat sebagai perdana menteri pertama Putin, sejak 2000 hingga 2004, sebelum akhirnya dipecat.
Ia kemudian membentuk partai oposisi dan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2008.
Kasyanov menjadi lawan yang vokal, dan sekarang tinggal di pengasingan.

Baca juga: Vadim Shishimarin, Tentara Pertama Rusia yang Diadili di Ukraina atas Kejahatan Perang
Baca juga: Swedia-Finlandia Masuk NATO, Rusia Akan Pertimbangkan Nuklir di Baltik
Kepada DW, ia mengatakan bahwa Putin tidak berbicara dari posisi yang kuat, bahkan tampak "sedikit gugup" selama pidato parade milier yang ia berikan untuk memperingati Hari Kemenangan pada 9 Mei lalu.
Dalam pidatonya, Putin menuding Ukraina memiliki senjata nuklir dan bahwa negara itu dipimpin neo-Nazi.
Putin mengatakan invasi adalah "satu-satunya langkah yang tepat", di mana ia juga menyebut Barat berencana untuk menyerang Rusia.