Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Rusia Vs Ukraina

Uni Eropa Akhirnya Gagal Sepakat Embargo Minyak dan Gas Rusia

Negara-negara Uni Eropa yang sangat bergantung pada minyak Rusia, termasuk Hungaria, Republik Ceko, Slovakia dan Bulgaria.

The Guardian/AFP
Presiden Tusia Vladimir Putin tetap mengharuskan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel. Foto Presiden Vladimir Putin di jaringan pipa gas Rusia di Vladivostok, 2011. 

Menurut majalah Politico, untuk membujuk Budapest, Komisi Eropa telah menyusun rencana untuk menawarkan kompensasi finansial kepada Hongaria jika menandatangani embargo yang diusulkan.

Mengutip tiga pejabat Uni Eropa, publikasi tersebut melaporkan uang ini dapat “disalurkan ke Budapest.

Dana itu jadi bagian strategi energi baru blok tersebut, yang akan ditetapkan minggu depan, untuk mengakhiri ketergantungannya pada bahan bakar fosil Rusia.

Selain minyak, paket sanksi baru dilaporkan menargetkan tiga bank Rusia lagi, yang akan diputuskan dari sistem pembayaran internasional SWIFT.

Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan untuk membahas paket berikutnya pada 16 Mei.

Tata Dunia Baru Akan Terbentuk

Di Moskow mantan Presiden Rusia Dmitri Medvedev menyatakan, serangkaian sanksi ke Rusia akan mendorong tatanan dunia baru.

Arsitektur keamanan global baru menurut Medvedev akan muncul setelah runtuhnya dunia yang berpusat di AS.

Medvedev, yang sekarang menjadi Wakil Ketua Dewan Keamanan Negara di kanal Telegram menunjukkan kemungkinan efek global dari sanksi ke Rusia.

Sejumlah "rantai pasokan global" akan dihancurkan akibat sanksi, mempertaruhkan krisis logistik besar.

Beberapa maskapai barat juga mungkin bangkrut karena tidak dapat menggunakan wilayah udara Rusia.

Krisis energi di negara-negara bagian yang memberlakukan sanksi merugikan diri sendiri terhadap minyak dan gas Rusia akan memburuk, dengan harga energi yang terus melejit.

“Krisis pangan internasional yang lengkap akan muncul dengan prospek kelaparan di masing-masing negara,” kata Medvedev.

Ketidakstabilan mata uang nasional, inflasi yang melonjak, dan penghancuran perlindungan hukum untuk properti pribadi akan menyebabkan keadaan darurat moneter dan keuangan.

"Konflik regional baru akan pecah di tempat-tempat di mana ketegangan tetap tidak terselesaikan selama beberapa dekade, sementara para teroris akan meningkatkan aktivitas mereka dengan berpikir perhatian pemerintah barat sedang terganggu perselisihan dengan Rusia," tulisnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan