Sabtu, 30 Agustus 2025

Cina Sambut Hangat Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Beijing

Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin pertama dunia yang mengunjungi Beijing sesudah Olimpiade Musim Dingin pada Februari 2022.

TRIBUN/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Widodo berbincang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) saat melakukan 'Historical Walk' di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, dalam peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia-Afrika, Jumat (24/4/2015). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Juga selama masa jabatannya, volume perdagangan antara Cina dan Indonesia berlipat ganda, yang merupakan pencapaian luar biasa.

Statistik menunjukkan volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Cina mencapai lebih dari $ 120 miliar pada tahun 2021.

Angka ini meningkat 58,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, meskipun serangan COVID-19, dan tingkat peningkatannya melebihi anggota ASEAN lainnya.

Saat bertemu Penasihat Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi di Jakarta pada 11 Juli, baik Widodo dan Wang sepakat untuk mempercepat kerja sama pada proyek-proyek penting.

Antara lain Kereta Cepat Jakarta-Bandung, koridor ekonomi komprehensif regional dan beberapa kawasan industri.

Indonesia telah memperoleh prestasi besar di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan yang diusulkan Cina, dan di negara inilah Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 diusulkan.

Dia mencatat Cina mungkin berusaha untuk memperbarui memorandum untuk mendorong inisiatif dan pembangunan Poros Maritim Global Indonesia selama kunjungan Jokowi.

Menurut para pengamat, kerja sama antara Cina dan Indonesia lebih dari sekadar perdagangan dan proyek-proyek tertentu, tetapi juga beragam dan luas.

Xu mengatakan Cina telah membuat contoh sempurna untuk membangun "komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia" dengan Laos dan Kamboja.

Jika para pemimpin negara Cina dan Indonesia dapat mencapai konsensus dengan tujuan yang sama, itu akan menjadi terobosan besar. .

Para ahli juga memuji Indonesia sebagai mitra yang berdiri bersama Cina dalam menegakkan multilateralisme dan mempromosikan pembangunan global yang adil.

KTT Kepala Negara dan Pemerintahan G20 ke-17 akan berlangsung pada Oktober 2022 di Bali, Indonesia.

Di bawah kepresidenan Indonesia, G20 akan fokus pada tema "Pulihkan Bersama, Pulihkan Lebih Kuat."

Xu mengatakan karena pertemuan G20 tahun ini berfokus pada pemulihan ekonomi, Indonesia juga telah mengundang banyak negara berkembang untuk berpartisipasi.

"Oleh karena itu perlu dukungan dan koordinasi dari Cina, dan akan mengandalkan Cina untuk memberikan suara yang mewakili negara-negara berkembang tersebut, dan untuk mendorong pertumbuhan yang adil," kata Xu.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan