Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Serang Gudang Pangan di Pelabuhan Odessa, Harga Gandum Langsung Melonjak

Serangan rudal Rusia ke gudang pangan Ukraina yang terletak di pelabuhan Odessa laut hitam, telah memicu terjadinya lonjakan harga gandum

Editor: Sanusi
Oleksandr GIMANOV / AFP
Gambar ini menunjukkan bangunan yang rusak akibat serangan udara Rusia di sebuah desa di wilayah Odessa. Serangan rudal Rusia ke gudang pangan Ukraina yang terletak di pelabuhan Odessa laut hitam, telah memicu terjadinya lonjakan harga gandum pada perdagangan pasar global. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, KIEV – Serangan rudal Rusia ke gudang pangan Ukraina yang terletak di pelabuhan Odessa laut hitam, telah memicu terjadinya lonjakan harga gandum pada perdagangan pasar global.

Mengutip dari Bloomberg, serangan Moskow menggunakan rudal penjelajah dilakukan militer Moskow tepat setelah Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian kerjasama untuk memfasilitasi ekspor pangan melalui tiga pelabuhan laut hitam.

Langkah ini dilakukan keduanya dengan tujuan untuk mencegah terjadinya krisis pangan global yang berkelanjutan.

Baca juga: Jerman Minta Warganya Berhemat setelah Rusia Kembali Pangkas Gas Besar-besaran

Meski rudal tidak mengenai penyimpanan biji-bijian di pelabuhan. Namun adanya serangan tersebut telah mengancam kegiatan ekspor pangan Ukraina, bahkan rencana ekspor gandum asal Kiev terancam gagal dilakukan.

Tak hanya itu saja, serangan yang dilakukan Rusia juga telah memicu kekhawatiran berlebih pada para investor, mereka khawatir apabila kegiatan ekspor gandum dan sejumlah bangan pangan lainnya terancam tak bisa dikirimkan keluar Ukraina.

Baca juga: UPDATE Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-153: Kyiv Berharap Dapat Kirim Gandum Pekan ini

Hal inilah yang membuat mereka memperketat penjualan gandum guna mengantisipasi memburuknya krisis pangan dunia.

"Memulai kembali ekspor Ukraina tidak hanya membutuhkan jalur pengiriman yang aman, tetapi juga pelabuhan yang aman. Rusia telah menciptakan keraguan tentang keamanan pelabuhan hampir sebelum tinta kering pada perjanjian pengiriman. Keraguan ada lagi," jelas eorang pedagang Eropa.

Imbas dari pengetatan ini harga jual gandum dalam kontrak berjangka di Chicago melonjak sebanyak 4,6 persen hingga harganya melesat naik menjadi 7,82 dolar AS per kilogram. Lonjakan ini lantas mengantarkan kenaikan harga yang berlanjut pada penjualan gandum dunia.

Kenaikan juga terjadi pada penjualan sejumlah bahan pangan lainnya, seperti komoditas jagung yang ikut terkerek naik 2,8 persen menjadi 5,75 dolar AS per kilogram serta kedelai yang melonjak 0,9 persen hingga harganya melesat jadi 13,28 dolar AS per kilogram, melansir dari Reuters.

Meski Ukraina terus mendapatkan berbagai ancaman dari Rusia, namun pihaknya terus memegang komitmennya untuk tetap melanjutkan kegiatan ekspor pangan pada pasar global. Dengan memasok persediaan gandum serta beberapa produk biji-bijian sebanyak 5 juta ton selama 120 hari kedepan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved