Konflik Rusia Vs Ukraina

Ahli Nuklir Ingatkan Penggunaan 'Bom Kotor' di Ukraina Akan Berdampak kepada 9 Negara

Pasukan Rusia telah mengambil alih PLTN Zaporozhye pada awal Maret lalu, dalam dua minggu pertama aksi invasinya melawan Ukraina.

Twitter
Pangkalan Udara Rusia, Saky, yang berada jauh di belakang garis depan di Krimea dihancurkan oleh beberapa ledakan besar, menewaskan sedikitnya satu orang. Sebanyak sembilan negara dapat terkontaminasi jika Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye yang dikendalikan Rusia di Ukraina selatan dihantam beberapa sistem peluncuran roket. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Sebanyak sembilan negara dapat terkontaminasi jika Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye yang dikendalikan Rusia di Ukraina selatan dihantam beberapa sistem peluncuran roket.

Pernyataan ini disampaikan seorang mantan Kepala Inspektur Otoritas Nuklir Uni Soviet, Vladimir Kuznetsov.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (17/8/2022), pasukan Rusia telah menguasai PLTN Zaporozhye yang merupakan fasilitas terbesar di Eropa, sejak awal operasi militernya di Ukraina.

Sejak saat itu, Rusia telah berulang kali menuduh Ukraina meluncurkan serangan artileri dan drone ke fasilitas tersebut.

Namun pejabat Ukraina mengklaim bahwa Rusia menembaki diri mereka sendiri untuk mendiskreditkan Ukraina.

Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Selasa kemarin, Kuznetsov memperingatkan bahwa jika pabrik terkena tembakan sistem peluncuran roket, dengan banyak rudal menyerang fasilitas penyimpanan yang menyimpan bahan bakar nuklir bekas, kemungkinan akan menimbulkan lebih banyak kerusakan.

Baca juga: Dihujani Sanksi Barat, Pihak Rusia Klaim PDB Hanya Susut 4,2 Persen Jauh dari Perkiraan 7,8 Persen

Peristiwa itu tentu akan membuat radiasi menyebar tidak hanya di lingkungan lokasi industri itu saja, namun juga sungai Dnepr yang ada di dekatnya.

Kuznetsov juga menunjukkan bahwa serangan seperti itu kemungkinan besar akan disertai dengan munculnya api.

Ia pun menduga bahwa jika 20 hingga 30 kontainer dibobol dalam serangan semacam itu, maka radiasi akan berdampak pada sekitar 9 negara yakni Turki, Bulgaria, Rumania, Slovakia, Republik Ceko, Polandia, negara-negara Baltik dan tentu saja Ukraina Barat.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved