Gertak Iran, Amerika Kirim Dua Jet Pengebom B-52 Stratofortress Bermanuver di Timur Tengah

Militer Amerika Serikat mengirim dua jet pengebom bertenaga nuklir B-52 Stratofortress untuk bermanuver di kawasan udara Teluk Persia.

YouTube
Militer Amerika Serikat mengirim dua jet pengebom bertenaga nuklir B-52 Stratofortress untuk bermanuver di kawasan udara Teluk Persia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat mengatakan, angkatan militernya telah menugaskan dua jet pengebom bertenaga nuklir B-52 Stratofortress untuk bermanuver di kawasan udara Teluk Persia.

Dengan didampingi jet tempur F-16i dari Israel, jet boomer milik AS ini diterjunkan selain untuk misi pelatihan bersama dengan pesawat-pesawat tempur Kuwait dan Arab Saudi, namun juga untuk menggertak pemerintah Iran yang saat ini tengah berupaya menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

“Misi seperti ini menunjukkan kemampuan kita untuk menggabungkan kekuatan untuk menghalangi dan, jika perlu, mengalahkan musuh kita.'' jelas Letnan Jenderal Alexus Grynkewich, perwira tinggi Angkatan Udara AS di Timur Tengah.

Meski Washington dan sejumlah negara besar lainnya dengan tegas menentang kesepakatan nuklir tersebut.

Namun tampaknya hal tersebut tak membuat Iran mundur justru secara diam – diam Iran meningkatkan kepemilikan uranium di negaranya untuk membangun bom nuklir.

Melansir dari Time Of Israel, di bawah kesepakatan nuklir sebelumnya Iran hanya diperbolehkan memiliki 3,67 persen atau 300 kilogram uranium.

Namun belakangan ini jumlah kepemilikan uranium di negara itu melonjak sekitar 60 persen  atau 3.800 kilogram.

Baca juga: Pesawat Tanpa Awak Jatuh di Perairan Baltik, Sempat Dikejar Jet Tempur NATO

Hal tersebut yang kemudian membuat negara – negara tetangga seperti Israel mulai khawatir akan adanya ancaman bom nuklir.

Alasan inilah yang membuat Israel mendorong AS untuk menyiapkan opsi militer guna mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

“Penerbangan itu diadakan sebagai bagian dari kerja sama erat dengan militer AS, yang mewakili elemen penting dalam memastikan keamanan wilayah udara Israel dan Timur Tengah,” kata Pasukan Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Taiwan Pamer Jet Tempur F-16V Tercanggihnya Setelah Latihan Militer China

Sebelum jet pengebom bertenaga nuklir B-52 Stratofortress menjalankan misi penerbangan di atas Mediterania timur, Semenanjung Arab dan Laut Merah pada Minggu (4/9/2022). Kedua pesawat itu diketahui melakukan lepas landas dari pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Fairford.

Meski kehadiran tiga jet tempur F-16 Israel yang mengawal kedua bomber B-52 Stratofortress tidak diakui Amerika Serikat.

Baca juga: China Kirim Jet Tempur dan Pesawat Pengebom ke Thailand saat AS Latihan Tempur di Indonesia

Namun komando pusat militer Israel menggambarkan kerja sama manuver yang dilakukan negaranya dengan militer AS merupakan sebagai kunci untuk menjaga keamanan udara di Israel dan Timur Tengah.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved