Ketua DPR AS Nancy Pelosi Kunjungi Armenia saat Gencatan Senjata dengan Azerbaijan

Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengunjungi Yerevan saat Armenia gencatan senjata dengan negara tetangga Azerbaijan.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
EPA/BBC
Ketua Kongres Amerika Serikat Nancy Pelosi. - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengunjungi Yerevan saat Armenia gencatan senjata dengan negara tetangga Azerbaijan. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi telah tiba di Ibu Kota Armenia, Yerevan pada Sabtu (17/9/2022), Al Jazeera melaporkan.

Pelosi tiba di Armenia saat gencatan senjata digelar setelah ledakan pertempuran dengan Azerbaijan yang menewaskan ratusan tentara dari kedua belah pihak.

Dia adalah pejabat tertinggi AS yang melakukan perjalanan ke Armenia sejak kemerdekaan negara miskin itu dari Uni Soviet pada 1991.

Kedutaan Besar AS mengatakan kunjungan Pelosi akan mencakup pertemuan dengan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan.

Pada Jumat (16/9/2022), Pelosi mengatakan kepada wartawan di Berlin bahwa perjalanan itu adalah tentang hak asasi manusia dan menghormati martabat dan nilai setiap orang.

Legislator AS lainnya yang menemani Pelosi termasuk Frank Pallone, Ketua Komite Energi dan Perdagangan DPR, dan Anggota Kongres Jackie Speier dan Anna Eshoo.

Baca juga: Perang dengan Azerbaijan Memanas, 105 Tentara Armenia Tewas

Ketua Armenia Alen Simonyan mengatakan kepada wartawan bahwa kunjungan tiga hari Pelosi akan memainkan peran besar dalam memastikan keamanan.

Armenia dan Azerbaijan telah berperang dua kali, yakni pada 2020 dan 1990-an.

Perang itu memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh, daerah kantong Azerbaijan yang berpenduduk Armenia.

Perang pada 2020 menewaskan lebih dari 6.500 tentara dari kedua belah pihak dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia.

Di bawah kesepakatan itu, Armenia menyerahkan petak-petak wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade, dan Moskow mengerahkan sekitar 2.000 penjaga perdamaian Rusia untuk mengawasi gencatan senjata yang rapuh.

Rusia adalah sekutu militer Armenia dan juga mengupayakan hubungan persahabatan dengan Azerbaijan.

Pada Selasa (13/9/2022), bentrokan terburuk sejak konflik 2020 meletus, dengan Baku dan Yerevan saling menyalahkan atas penembakan.

Armenia menuduh Azerbaijan melakukan agresi tanpa alasan, tetapi para pejabat di Baku mengatakan militer mereka menanggapi serangan-serangan Armenia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved