Iran Memanas

Kerusuhan di Iran Meluas ke 80 Kota, 17 Orang Tewas, Pasukan Elite Garda Revolusi Diturunkan

Aksi protes pada Kamis (22/09/2022) sudah memasuki hari keenam dan meluas ke setidaknya 80 kota.

Editor: Hasanudin Aco
ATTA KENARE / AFP
Sebuah gambar yang diambil di Teheran pada 18 September 2022 menunjukkan halaman depan surat kabar Iran Hafteh Sobh yang menampilkan foto Mahsa Amini, seorang wanita yang meninggal setelah ditangkap oleh "polisi moral" Iran. Amini, 22 tahun, sedang dalam kunjungan bersama keluarganya ke ibukota Iran ketika dia ditahan pada 13 September oleh unit polisi yang bertanggung jawab untuk menegakkan aturan berpakaian ketat Iran untuk wanita, termasuk mengenakan jilbab di depan umum. Amini dinyatakan meninggal pada 16 September oleh televisi pemerintah setelah menghabiskan tiga hari dalam keadaan koma di rumah sakit. 

TRIBUNNEWS.COM, IRAN -  Kerusuhan di Iran kian memuncak.

Polisi bentrok dengan warga di Teheran, ibu kota Iran.

Rusuh terjadi buntut protes warga yang dipicu tewasnya perempuan muda, Mahsa Amini, setelah ditangkap polisi moral.

Amini, 22 tahun, ditangkap dengan tuduhan "tidak sempurna mengenakan hijab".

Ayah Amini menduga anaknya tewas di tangan polisi.

Beberapa laporan menyebutkan bentrok di Teheran adalah yang terburuk dalam tiga tahun.

Seorang warga kepada BBC Persian mengatakan kawasan tempat ia tinggal sudah mirip "medan pertempuran".

Baca juga: Sosok Mahsa Amini, Perempuan Iran yang Meninggal Dianiaya Polisi Moral di Teheran

Aksi protes pada Kamis (22/09/2022) sudah memasuki hari keenam dan meluas ke setidaknya 80 kota.

Televisi pemerintah mengatakan 17 orang tewas sejauh ini, tiga diantaranya adalah anggota aparat keamanan.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved