Kudeta Militer di China

Rumor Presiden China Xi Jinping Dikudeta Muncul Usai Menghadiri KTT di Uzbekistan

Rumor soal kudeta itu muncul usai setelah penerbangan komersial yang terbang di atas Beijing pada Sabtu (24/9/2022) ditangguhkan.

Editor: Hasanudin Aco
Alexei Druzhinin / Sputnik / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping berfoto selama pertemuan mereka di Beijing, pada 4 Februari 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Muncul rumor Presiden China Xi Jinping telah dikudeta bahkan dikenai tahanan rumah oleh militer pada Sabtu (24/9/2022) waktu setempat.

Rumor tersebut membuat topik Xi Jinping dan Kudeta China menjadi tren di media sosial.

Di media sosial twitter rumor bahwa Xi Jinping dikudeta dan ditahan oleh Tentara Pembabasan Rakyat China (PLA) bahkan jadi trending topik.

Akan tetapi hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Beijing mengenai rumor tersebut.

Rumor soal kudeta itu muncul usai setelah penerbangan komersial yang terbang di atas Beijing pada Sabtu (24/9/2022) ditangguhkan.

Baca juga: Soal Kabar Presiden China Xi Jinping Dikudeta, Netizen Posting Iring-iringan Kendaraan Tempur

Terdapat pula laporan tak terkonfirmasi mengenai pembatalan layanan bus dan kereta cepat keluar Beijing.

Laporan Newsweek mengonfirmasi bahwa sejumlah penerbangan dibatalkan.

Demikian pula situs web Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menampilkan banyak penerbangan yang tinggal landas sesuai jadwal.

Di lain sisi, terdapat laporan bahwa sejumlah penerbangan dari Beijing dibatalkan karena sebuah latihan militer yang direncanakan.

Di Twitter, sebuah video yang mengklaim barisan kendaraan militer menuju Beijing untuk kudeta disebarkan secara luas.

Namun video ini tidak bisa diverifikasi.

Isu kudeta China sendiri ramai dibicarakan oleh berbagai elemen di negara tetangganya, India.

Bahkan seorang politikus senior dari partai berkuasa saat ini, Partai Bharatiya Janata (BJP), Subramanian Swamy turut mengamplifikasi rumor tersebut.

Swamy mencuit rumor mengenai Xi Jinping yang dikudeta sepulangnya dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved