Goenawan Mohamad Jadi Salah Satu dari 3 Penerima Penghargaan Japan Foundation Award 2022

Sastrawan Indonesia, Goenawan Soesatyo Mohamad (81) menjadi salah satu dari 3 penerima penghargaan Japan Foundation Award 2022.

Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Goenawan Soesatyo Mohamad (81) adalah seorang sastrawan Indonesia ketika berada di Eropa. Sastrawan Indonesia, Goenawan Soesatyo Mohamad menjadi salah satu dari 3 penerima penghargaan Japan Foundation Award 2022. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sastrawan Indonesia, Goenawan Soesatyo Mohamad (81) menjadi salah satu dari 3 penerima penghargaan Japan Foundation Award 2022.

"Goenawan Mohamad melihat kehadiran dalam pertukaran intelektual antara Indonesia dan Jepang dalam perspektif global yang berfokus pada Asia akan tetap sangat signifikan ke depannya dalam kemajuan global khususnya hubungan Indonesia-Jepang dan membuatnya cocok untuk menerima Japan Foundation Award," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Indonesia Sasar Jepang untuk Ekspor Produk Biomassa Cangkang Sawit

Japan Foundation (JF), yang merayakan hari jadinya yang ke-50 tahun ini, dengan bangga mengumumkan
penerima Japan Foundation Award 2022.

Sejak 1973, JF telah mempersembahkan Japan Foundation Awards kepada individu dan organisasi yang telah memberikan kontribusi signifikan untuk mempromosikan hubungan timbal balik internasional serta pemahaman dan persahabatan antara Jepang dan negara lain melalui akademik, seni, dan kegiatan budaya lainnya.

Untuk tahun 2022, yang menandai kali ke-49 penghargaan diberikan, tiga penerima telah terpilih setelah penyaringan dari 74 aplikasi yang dinominasikan oleh para ahli dan masyarakat umum.

"Upacara penghargaan akan berlangsung pada 19 Oktober," ungkapnya.

Berikut 3 penerima penghargaan Japan Foundation Award 2022:

1. Robert LEPAGE dari Kanada (Aktor, Penulis Drama, Sutradara Teater dan Film)

Selain menjadi aktor, Robert Lepage adalah seorang sutradara, penulis naskah drama, pembuat film dan artistik pemimpin Ex Machina (Latin untuk "dari mesin"), sebuah kolektif kreatif yang ia dirikan di Kanada dengan kegiatan yang mencakup domain pertunjukan teater, opera dan multimedia.

Ex Machina khususnya dikenal dengan produksi uniknya yang dengan berani menggabungkan teknologi terbaru.

2. Asosiasi Jepang Korea (Korea)

Asosiasi Jepang Korea didirikan pada tahun 1971 untuk mempromosikan persahabatan, niat baik, dan saling menguntungkan kemakmuran antara Korea dan Jepang.

Dalam 50 tahun yang telah berlalu sejak saat itu, organisasi telah berfokus pada bidang pendidikan bahasa Jepang, dasar saling kesepahaman antara Korea dan Jepang, untuk terus melakukan kegiatan berorientasi masa depan bagi kaum muda.

Baca juga: Perusahaan Pertambangan Ini Kantongi Penghargaan dari Kementerian ESDM

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved