Konflik Rusia Vs Ukraina

Pertahanan Dibobol Ukraina, Putin Mengakui Kerugian Besar Pasukan Rusia di Wilayah yang Dicaplok

Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaplok.

Gavriil GRIGOROV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara kepada peserta kompetisi guru melalui konferensi video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 5 Oktober 2022. - Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaplok. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin tampaknya mengakui kerugian besar yang diderita militer Kremlin akibat serangan balasan Ukraina di timur dan selatan.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Putin berjanji akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia.

Rusia menderita kerugian yang signifikan di dua dari empat wilayah yang dicaplok sejak Jumat (30/9/2022).

Pasukan Ukraina berhasil membobol pertahanan pasukan Rusia serta merebut kembali sejumlah kota dan desa, di saat Putin meresmikan pencaplokan wilayah tersebut.

"Kami sedang bekerja dengan asumsi bahwa situasi di wilayah baru akan stabil," kata Putin kepada para guru Rusia selama panggilan video yang disiarkan televisi, dilansir Guardian pada Kamis (6/10/2022).

Kemajuan pesat pasukan Ukraina di timur dan selatan, membuat militer Rusia harus mundur.

Baca juga: Putin Teken UU Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina Meski Aneksasinya Ilegal Menurut Hukum Internasional

Pergerakan tentara Ukraina kian cepat dan gesit karena dilengkapi sistem artileri canggih dari Barat.

Kota-kota yang ditinggalkan pasukan Rusia dalam kondisi hancur, bahkan ditemukan kuburan massal hingga tempat penyiksaan.

Di kota Lyman, yang direbut kembali oleh pasukan Ukraina pada hari Minggu, lebih dari 50 kuburan telah ditemukan.

Komentar dari Presiden Putin yang merujuk pada situasi di Ukraina, muncul di tengah keluhan reporter perang Rusia serta blogger militer tentang parahnya kemunduran Rusia di medan perang.

Sejak akhir September lalu, pasukan Rusia melakukan penarikan besar-besaran dari wilayah Kharkiv, kota Lyman yang strategis di timur Ukraina direbut kembali, lalu pasukan Kyiv mengalami kemajuan di Kherson.

Skala kekalahan terbaru dingkapkan BBC Rusia, yang melaporkan sebuah unit intelijen militer elit Rusia mungkin telah kehilangan hingga tiga perempat dari tenaga pengintainya di Ukraina.

Pada Rabu (5/10/2022) kemarin, komando selatan Ukraina mengatakan telah memperluas wilayah kendalinya sejauh 6 hingga 12 mil di wilayah Kherson sementara Presiden Volodymyr Zelensky mengonfirmasi perebutan kembali serangkaian desa.

Wilayah yang direbut kembali berada di selatan kota Kryvyi Rih ke arah Nova Kakhovka serta barat di sepanjang tepi utara sungai Dnipro menuju Kherson.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved