Pemilu Malaysia

Anwar Ibrahim Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Malaysia, Ambil Sumpah di Depan Raja

Anwar Ibrahim resmi menjadi Perdana Menteri ke-10 Malaysia. Pesaingnya setuju untuk mengutamakan kesatuan negara daripada kepentingan pribadi.

MOHD RASFAN / POOL / AFP
Perdana Menteri Malaysia yang baru diangkat Anwar Ibrahim (tengah, kanan) dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail mengambil bagian dalam upacara pelantikan di Istana Nasional di Kuala Lumpur pada 24 November 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Anwar Ibrahim telah resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia, Kamis (24/11/2022) sore, Malay Mail melaporkan.

Anwar Ibrahim mengambil sumpah jabatan dan kerahasiaannya di hadapan Yang di-Pertuan Agong di Istana Negara.

Penunjukannya sebagai perdana menteri mengakhiri gejolak karier politiknya yang dimulai pada 1990-an, ketika dia dipecat sebagai wakil perdana menteri Mahathir Mohamad, meskipun digadang-gadang sebagai penerusnya.

Dilantiknya Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri juga mengakhiri intrik politik dan ketidakpastian saat ini yang menimpa Malaysia.

Kini, Anwar harus bekerja untuk membentuk Kabinet yang perlu menyeimbangkan komposisi partai-partai yang mendukung koalisi Pakatan Harapan-nya dalam membentuk pemerintahan.

PH memenangkan kursi terbanyak, yakni 82 kursi, di Pemilu ke-15 Malaysia.

Baca juga: Perjalanan Karier Politik Anwar Ibrahim, dari Penjara Kini Ditunjuk sebagai Perdana Menteri Malaysia

Meski begitu, jumlah itu kurang dari jumlah minimal 112 yang dibutuhkan untuk mayoritas sederhana di Parlemen.

Sebelumnya pada hari ini, seperti dikutip Free Malaysia Today, Istana Negara mengatakan Raja telah menyetujui penunjukan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri setelah berdiskusi dengan para penguasa Melayu.

Raja awalnya meminta PH dan Perikatan Nasional (PN) untuk membentuk pemerintahan persatuan.

Tetapi Muhyiddin Yassin, ketua PN, menolaknya karena bloknya tidak mau bekerja dengan PH.

Sementara Gabungan Parti Sarawak dan Gabungan Rakyat Sabah awalnya mendukung Muhyiddin sebagai perdana menteri, kedua koalisi itu akhirnya mengatakan akan mengikuti keinginan Raja untuk pemerintahan persatuan.

Sementara itu, Rabu malam, Majelis Tinggi UMNO mengatakan partainya akan mendukung pemerintah persatuan yang tidak dipimpin oleh PN.

Foto ini diambil pada 19 November 2022, memperlihatkan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, ketua Pakatan Harapan, menunjukkan jarinya yang bertinta setelah memberikan suara di tempat pemungutan suara selama pemilihan umum di Permatang Pauh, Penang Malaysia.
Foto ini diambil pada 19 November 2022, memperlihatkan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, ketua Pakatan Harapan, menunjukkan jarinya yang bertinta setelah memberikan suara di tempat pemungutan suara selama pemilihan umum di Permatang Pauh, Penang Malaysia. (Arif Kartono / AFP)

Ketua Koalisi Barisan Nasional: Negara yang Utama

Ketua Barisan Nasional (BN) Ahmad Zahid Hamidi menegaskan, kepentingan negara harus didahulukan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved