Konflik Rusia Vs Ukraina

Sekretaris Jenderal NATO Dukung Ukraina Gabung NATO setelah Perang dengan Rusia Selesai

Sekretaris Jenderal NATO mendukung Ukraina bergabung dengan NATO setelah perang dengan Rusia selesai. NATO saat ini mempertahankan bantuan ke Ukraina.

François WALSCHAERTS / POOL / AFP
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengadakan konferensi pers menjelang pertemuan para menteri luar negeri di Brussel, pada 22 Maret 2021. - Jens Stoltenberg mendukung Ukraina bergabung dengan NATO di masa depan setelah perang Ukraina dan Rusia selesai. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan kembali komitmen NATO untuk Ukraina, Selasa (29/11/2022).

Jens Stoltenberg mengatakan negara yang dilanda perang suatu hari akan menjadi anggota NATO.

Pernyataannya disampaikan saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan anggota NATO berkumpul di Rumania untuk menggalang dukungan bagi Ukraina.

"Pintu NATO terbuka," kata Stoltenberg.

“Rusia tidak memiliki hak veto terhadap negara-negara yang bergabung," katanya mengacu pada masuknya Makedonia Utara dan Montenegro baru-baru ini ke NATO.

Baca juga: Uni Eropa Masih Gagal Sepakat Batasan Harga Jual Minyak Mentah Rusia

Selain itu, ia juga membahas Finlandia dan Swedia yang mengajukan keanggotaan NATO pada April 2022.

“Kami mendukung itu juga, pada keanggotaan untuk Ukraina,” kata mantan perdana menteri Norwegia itu.

“Pada saat yang sama, fokus utama sekarang adalah mendukung Ukraina, memastikan bahwa Presiden Putin tidak menang, tetapi Ukraina menang sebagai negara berdaulat di Eropa.”

Intinya, Jens Stoltenberg mengulangi sumpah yang dibuat oleh NATO di Bucharest pada tahun 2008, bahwa Ukraina dan Georgia akan bergabung dengan NATO suatu hari nanti, seperti diberitakan The Irish Time.

Beberapa pejabat dan analis percaya langkah ini ikut bertanggung jawab atas perang yang diluncurkan Rusia di Ukraina pada bulan Februari.

“Presiden Putin tidak dapat menyangkal negara berdaulat untuk membuat keputusan berdaulat mereka sendiri yang bukan merupakan ancaman bagi Rusia,” katanya.

“Saya pikir yang dia takuti adalah demokrasi dan kebebasan, dan itulah tantangan utama baginya.”

Meski demikian, Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO dalam waktu dekat.

Baca juga: Ilmuwan Perancis Hidupkan Virus Zombie yang Terkubur di Danau Beku Siberia Rusia

Seorang wanita mendorong sepedanya melewati jalan melewati tanda bertuliskan
Seorang wanita mendorong sepedanya melewati jalan melewati tanda bertuliskan "Stop-Mines" di dekat desa Makariv, sebelah barat Kyiv, Ukraine pada 22 November 2022, di tengah Invasi Rusia ke Ukraina. (Genya SAVILOV / AFP)

NATO akan pertahankan bantuan ke Ukraina

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved