Kyoichiro Sugimoto, pria Jepang mualaf yang berusaha 'menghapus citra negatif Islam'
Kyoichiro Sugimoto telah memeluk Islam lebih dari 25 tahun silam. Pria Jepang itu berusaha mengenalkan Islam kepada warga Jepang non-Muslim…
Dalam program ini orang-orang Jepang non-Muslim akan mendengarkan pemaparan mengenai Islam, tambahnya.
Mereka juga berkesempatan berbincang-bincang dengan orang Jepang Muslim dan orang asing Muslim yang tinggal di Jepang.
Baca juga:
- Kisah Yusuf Oak menemukan mushaf Al-Qur’an di Stadion Old Trafford dan masuk Islam
- ‘Air mata terindah di Padang Arafah’: Perjalanan spiritual pria Skotlandia yang masuk Islam
- Cerita mualaf dan ketua muslimah Ukraina: 'Ramadan kali ini sangat memilukan, agama menguatkan kami'
Bukber Ramadan undang Non-Muslim Jepang
Selama Ramadan, program undangan kepada non-Muslim di Jepang dilakukan setiap akhir pekan.
Seperti pada 2 April 2023 lalu, sekitar 20-30 orang Jepang non-Muslim dan Muslim dari berbagai negara yang tinggal di Jepang memadati salah satu ruangan di CICC.
Setelah pelantunan ayat Al-Qur'an, Sugimoto menjelaskan mengenai makna "Assalamu'alaikum" ucapan salam bagi umat Islam.
Dalam sesi tersebut orang-orang Jepang bisa menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai Islam.
Program yang berlangsung sekitar satu jam itu diakhiri dengan undangan berbuka puasa bersama, saat itu menunya adalah makanan Indonesia.
Selama Ramadan, buka puasa bersama di CICC menyajikan menu dari Muslim di berbagai negara secara bergiliran di akhir pekan, antara lain dari Sudan, Uzbekistan, dan Indonesia.
Terjemahan Al-Qur'an bahasa Jepang
Di akhir program Tetanggaku Muslim, dibagikan terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Jepang yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang-orang Jepang.
Sugimoto menerjemahkan Al-Qur'an ini bersama dengan pakar bahasa Arab selama dua tahun.
Terjemahan ini pertama kali diterbitkan pada 2019 lalu dan telah dicetak ulang sebanyak 5 kali.
"Ini merupakan Qur'an dengan terjemahan yang mudah. Setiap kali saya menyelenggarakan program ini saya memberikan Qur'an ini secara langsung, lalu saya menjelaskannya dan orang-orang itu dapat membacanya.
"Kita tidak pernah tahu ayat mana dari surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an yang akan memengaruhi pola pikir orang-orang Jepang non-Muslim", katanya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.