Lima negara dengan aturan pemberian tip yang berbeda - Jepang sampai Amerika Serikat
Di Prancis, "service compris" berarti tip sudah termasuk dalam tagihan. Di tempat lain, khususnya di Asia Timur, tidak adanya tradisi…
Ketidaksukaan orang-orang Jepang terhadap pemberian tip sangat jelas.
Shokunin kishitsu, yang secara kasar diterjemahkan "keahlian", mengalir melalui banyak aspek kehidupan orang-orang Jepang.
Istilah itu merupakan filosofi yang diterapkan oleh banyak industri yang berhubungan dengan wisatawan, mulai dari pelayan hotel, hingga penjual gerobak makanan dan koki sushi.
Pelayanan adalah tentang kebutuhan dasar melakukan pekerjaan dengan bangga, dan penghargaan paling sering ditunjukkan melalui pujian (sebaiknya dalam bahasa Jepang) atau dengan membungkuk.
Pengecualiannya hanya satu. Di ryokan, wisma tradisional Jepang dengan tikar tatami, para wisatawan dapat meninggalkan uang untuk nakai san (pelayan yang mengenakan kimono, yang menyiapkan makanan dan kasur), tetapi hanya jika dilakukan dengan benar.
Jangan memberikan tip secara langsung. Tip bisa diberikan dengan amplop yang dihias khusus dan tertutup.
Mesir
Norma sosial yang mengakar kuat di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan adalah konsep baksheesh, yang berarti tip atau sedekah amal.
Sopir taksi atau pemandu wisata dapat memintanya langsung atau dibisikkan, tetapi pada akhirnya berarti hal yang sama: hadiah atau tip kecil diperlukan, terlepas dari layanan yang diberikan.
Jika disalahartikan itu dapat diterjemahkan sebagai mengemis. Namun, memberi sedekah kepada orang miskin adalah salah satu dari lima rukun Islam.
Memahami hal itu akan memperdalam pengertian seorang musafir tentang bagian dunia ini, bahwasanya para dermawan akan merasa suci ketika melakukannya.
Di Mesir, tip tidak hanya diberikan kepada pekerja restoran, sopir taksi, pemandu wisata, dan staf hotel, tetapi juga untuk para petugas yang membuka pintu, petugas di kamar mandi, petugas keamanan, dan pemilik toko.
Pandangan yang lebih dalam tentang baksheesh juga mengungkap bahwa itu adalah bagian dari sistem untuk merespons kebaikan seseorang yang didefinisikan secara longgar.
Pemandu wisata dan pramutamu hotel dari Kairo hingga Aswan dapat memberikan perlakuan istimewa, memastikan layanan terbaik, dan memberikan bantuan jika diberi tip sebelumnya.
Dolar diterima, begitu juga Pound Mesir. Tip senilai US$ 1-2 (sekitar Rp15.000 - Rp30.000) pun sudah cukup untuk membuat mereka memberikan senyum selamat datang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.