Konflik Palestina Vs Israel
Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai, Pembebasan Sandera Pukul 16:00 Waktu Setempat atau 21:00 WIB
Gencatan Senjata Israel-Hamas Telah Dimulai, Beberapa Sandera yang Ditahan 7 Oktober di Gaza Dibebaskan Pagi Hari.
Penulis:
Muhammad Barir
Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai, Pembebasan Sandera Pukul 16:00 Waktu Setempat atau 21:00 WIB
TRIBUNNEWS.COM- Gencatan Senjata Israel-Hamas telah dimulai, beberapa sandera yang ditahan tanggal 7 Oktober di Gaza dibebaskan.
Israel dan Hamas, Kedua belah pihak telah meletakkan senjata mereka sebagai bagian dari jeda sementara pertempuran selama empat hari
Gencatan senjata yang dinegosiasikan kini berlaku antara Hamas dan Israel setelah hampir dua bulan pemboman dan pertempuran di Gaza yang dipicu oleh serangan pada 7 Oktober.
Israel dan Hamas mengkonfirmasi pada hari Kamis bahwa gencatan senjata sementara akan dimulai pada hari Jumat pagi pukul 7 pagi waktu setempat atau Pukul 12:00 WIB.
Baca juga: Gencatan Senjata Dimulai, Kondisi Gaza Palestina Relatif Tenang Tak Ada Serangan
Langkah pertama sebelum pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina antara kedua belah pihak dapat dimulai.
Gencatan senjata, yang disetujui untuk berlangsung selama empat hari dengan opsi untuk memperpanjang pembebasan sandera lebih banyak.
Berarti Israel akan menghentikan serangan daratnya di Jalur Gaza sementara Hamas juga berhenti menembakkan rudal ke Israel dan membebaskan sekitar 50 dari 240 sandera. Mereka diculik di Israel saat tanggal 7 Oktober.
Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan 150 tahanan Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjaranya.
Baca juga: Gencatan Senjata dengan Israel Dimulai Jumat Ini, Hari Pertama Hamas Bebaskan 13 Sandera
Pembebasan sandera akan dimulai Jumat pukul 4 sore waktu setempat atau pukul 21:00 WIB, sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Kesepakatan itu dibuat setelah negosiasi selama berminggu-minggu dan melibatkan AS dan Qatar yang bertindak sebagai perantara.
Pembicaraan mengenai perjanjian gencatan senjata bagi para sandera dimulai kurang dari seminggu setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan, menurut seorang pejabat AS yang menjelaskan kepada wartawan mengenai rinciannya pada hari Selasa.
Baca juga: 12 Fakta Gencatan Senjata Israel-Hamas, Tukar Tawanan hingga Larangan Rayakan Pembebasan
Diskusi tersebut awalnya diselenggarakan oleh pemerintah Qatar, yang memiliki ikatan unik dengan para pemain kuncinya.
Qatar adalah rumah bagi pangkalan militer utama AS serta kepemimpinan politik Hamas.
Dikutip dari The Messenger, untuk menghindari kebocoran dan menetapkan parameter kesepakatan, sebuah "sel rahasia" dibentuk yang beranggotakan, di pihak AS, penasihat Timur Tengah Gedung Putih Brett McGurk dan pejabat senior Dewan Keamanan Nasional Joshua Geltzer.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.