Perubahan Wajah Kabul di Bawah Taliban: Lebih Aman, Lebih Suram
Sejak dikuasai Taliban, ratusan jalan yang sebelumnya diblokir di ibu kota Kabul kembali dibuka. Warga akui suasana kota lebih aman,…
Namun belakangan ini setelah malam tiba, banyak jalan di Kabul jadi gelap dan sepi. Seolah-olah ibu kota sedang memberlakukan jam malam, dan bahkan pada siang hari, jumlah perempuan jauh lebih sedikit. Kabul, seperti halnya daerah lain di Afganistan yang konservatif, telah lama didominasi laki-laki.
Otoritas Taliban memberlakukan pembatasan ketat yang membuat perempuan tidak bisa terlibat dalam kehidupan publik. Ribuan salon kecantikan, yang menjadi ciri khas jalanan di Kabul, diperintahkan untuk ditutup, selain itu taman umum, gedung olah raga, dan pusat kebugaran juga dilarang bagi perempuan. Hilang pula pemandangan sehari-hari ribuan remaja putri dan perempuan Afganistan yang pergi ke sekolah sejak pihak berwenang menutup sekolah dan perguruan tinggi mereka.
Humaira, 29, mengatakan, saat ini, perempuan yang berani keluar rumah, berpakaian lebih konservatif, dengan penutup badan berwarna hitam, syal dan masker. Meski demikian, dia merasa lebih aman karena tidak lagi "dilecehkan" di jalan.
"Jika ada suasana suram di kota, hal ini disebabkan oleh permasalahan ekonomi", kata warga lainnya bernama Ramisha. "Kesedihan yang Anda lihat di wajah perempuan atau laki-laki berasal dari kesulitan ekonomi," pungkasnya.
ae/as (AFP)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle67594617_403.jpg.jpg)