Rabu, 22 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Pemerintah Yaman Tak Sanggup Hadapi Houthi, Minta Bantuan Barat Gelar Operasi Darat

Pemerintah Yaman menyatakan tidak sanggup jika pemerintahnya mengatasi sendiri kelompok militan Yaman di negaranya yang selama ini bikin repot Barat.

Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
Fabrice Coffrini/AFP
Wakil Ketua Dewan Kepresidenan Yaman, Aidarus al-Zubaidi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, DAVOS – Pemerintah Yaman menyatakan tidak sanggup jika pemerintahnya mengatasi sendiri kelompok militan Yaman di negaranya yang kini bikin Barat pontang-panting karena serangannya ke sejumlah kapal-kapal barang yang terafiliasi dengan Israel di Laut Merah.

Isyarat itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Kepresidenan Yaman, Aidarus al-Zubaidi.

Kamis, 18 Januari 2024 kemarin dia mengatakan, bahwa pasukan militer negaranya memerlukan bantuan asing untuk melancarkan operasi darat.

Operasi darat tersebut diperlukan untuk mendukung serangan udara AS dan Inggris terhadap pemberontak Houthi.

Aidarus al-Zubaidi yang sehari-hari berbasis di kota selatan Aden kepada AFP mengatakan bahwa serangan udara saja tidak cukup untuk mencegah serangan Houthi terhadap kapal dagang di Laut Merah.

Wakil ketua dewan kepresidenan Yaman, Aidarus al-Zubaidi, menyoroti tindakan yang dilakukan negara-negara Barat dalam meredam serangan kelompok bersenjata Houthi.

Menurut Zubaidi, militer Yaman memerlukan bantuan asing untuk melancarkan operasi darat yang akan mendukung serangan udara Amerika Serikat dan Inggris terhadap Houthi.

Dia juga mengatakan serangan udara saja tidak cukup untuk mencegah serangan Houthi terhadap kapal dagang di Laut Merah.

Baca juga: Houthi Serang Kapal Pengangkut Baja di Lepas Pantai Teluk Aden

“Aliansi internasional dan regional diperlukan untuk mengamankan navigasi internasional di Laut Merah,” kata Zubaidi dalam wawancara di Forum Ekonomi Dunia yang berlangsung di Davos, Swiss pada Kamis (18/1/2024).

Zubaidi menekankan bantuan militer asing harus berpusat pada pembagian intelijen, peningkatan kapasitas, pelatihan dan peralatan.

“Pendekatan ini memungkinkan kekuatan lokal yang kredibel dan efektif untuk bergabung dalam upaya serangan udara yang ditargetkan oleh Barat,” ujar Zubaidi.

Baca juga: Serangan Houthi ke Laut Merah Hancurkan Reputasi Dagang Israel, Patahkan Ambisi Jadi Eksportir LNG

“Ini adalah diskusi yang kami lakukan dengan Amerika Serikat dan Inggris. Kurangnya pendekatan gabungan hanya akan mengulangi kesalahan upaya-upaya di masa lalu,” sambungnya.

AS Tetapkan Houthi Sebagai Organisasi Teroris

Baru-baru ini, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memasukkan pemberontak Houthi ke daftar organisasi teroris karena telah berulang kali menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Militer Amerika Serikat juga melancarkan serangan baru terhadap sasaran Houthi, dengan menembakkan 14 rudal yang siap diluncurkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak.

Baca juga: Tiga Bulan Perang di Gaza, Benjamin Netanjahu Klaim Sukses Hancurkan 17 dari 24 Resimen Tempur Hamas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved