Konflik Palestina Vs Israel
Hamas Jelaskan Motif Serangan 7 Oktober, untuk Konfrontasi Konspirasi Israel pada Warga Palestina
Hamas mengungkapkan motif serangan ke Israel semata-mata merespons konspirasi dari Israel terhadap warga Palestina.
TRIBUNNEWS.COM - Organisasi militan Hamas membeberkan motif serangan pada 7 Oktober 2023 lalu ke Israel sehingga mengakibatkan pecahnya perang di Gaza hingga saat ini.
Dikutip dari Aljazeera, Hamas mengatakan adanya “kesalahan” dari serangan tersebut.
Namun, Hamas mengklaim serangan yang dilakukan seharusnya hanya menargetkan tentara Israel dan orang-orang yang membawa senjata.
Dalam laporan setebal 16 halaman dengan judul “Narasi Kita” itu dan baru dipublikasikan pada Minggu (21/1/2024) kemarin, Hamas mengatakan ingin mengklarifikasi latar belakang dan dinamika dari serangan mendadak yang disebut oleh mereka sebagai Operasi Badai Al-Aqsa tersebut.
Pada pernyataannya, Hamas mengungkapkan bahwa serangan ke Israel pada 7 Oktober adalah langkah yang dibutuhkan dan merupakan respons normal untuk mengkonfrontasi seluruh konspirasi Israel terhadap warga Palestina.
Seperti diketahui, serangan secara tiba-tiba Hamas ke selatan Israel pada 7 Oktober 2023 telah mengakibatkan setidaknya 1.139 orang yang mayoritas warga sipil, tewas.
Selain itu, ada 240 orang lainnya yang dijadikan sandera oleh Hamas.
Namun, ada 100 orang sandera yang dilepaskan oleh Hamas selama tujuh hari gencatan senjata pada akhir November 2023 dan ditukarkan dengan ratusan tawanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Selanjutnya, laporan tersebut mengatakan bahwa Hamas berencana menargetkan militer Israel dan menawan para tentaranya untuk menekan pemerintah Israel agar membebaskan ribuan warga Palestina yang ditahan di Israel.
Baca juga: 64 Kapal Lolos Berlayar di Laut Merah, Houthi: Asalkan Beri Pesan Tak Berhubungan dengan Israel
Hamas juga mengungkapkan bahwa serangan tersebut sudah dipastikan menghindari jatuhnya korban sipil.
Mereka menegaskan hal tersebut sudah menjadi komitmen moral bagi sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam.
“Jika ada kasus penargetan kepada warga sipil, itu terjadi secara tidak sengaja dan merupakan proses konfrontasi dengan pasukan pendudukan (Israel),” demikian bunyi laporan tersebut.
Hamas mengakui bahwa kemungkinan ada kesalahan yang terjadi selama penyerangan ke Israel.
Mereka mengungkapkan hal tersebut semata-mata akibat kolapsnya keamanan dan sistem militer Israel serta kekacauan di dekat Gaza.
“Banyak warga sipil Israel terbunuh oleh militer dan polisi Israel akibat kebingungan mereka sendiri,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/serangan-balik-israel-bumi-hanguskan-kota-gaza_20231008_145416.jpg)