Konflik Palestina Vs Israel
Takut Dibom Iran, Israel Larang Tentara Cuti, Minta IDF Siaga dan Matikan GPS
Israel melarang tentaranya cuti, minta IDF siaga dan matikan GPS di sejumlah wilayah untuk antisipasi serangan dari Iran.
“Saya tidak akan terkejut jika Iran menembakkan rudal langsung ke Israel," kata Amos Yadlin, Kamis.
Ia menuduh Iran memerintahkan Hizbullah untuk menyerang Israel.
“Ada kemungkinan Hizbullah mendapat perintah untuk memulai perang pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan, tepatnya dua hari kemudian,” klaimnya.
Channel 12 mengindikasikan bahwa Israel memperkirakan bahwa Iran akan berusaha, melalui cabang-cabangnya di Timur Tengah, untuk menyerang Israel dari Yaman, Suriah dan Lebanon.
Israel Rekrut Tentara Cadangan ke Angkatan Udara
Sebelumnya pada Rabu (3/4/2024) malam, tentara Israel mengungkapkan bahwa mereka memutuskan, setelah mengevaluasi situasi keamanan, untuk mengintensifkan perekrutan cadangan di sistem pertahanan udara.
“Sebagai bagian dari penilaian situasi di IDF, diputuskan untuk memperkuat dan merekrut tentara cadangan ke sistem pertahanan udara," kata IDF dalam pernyataannya.
Reaksi ini menyusul ancaman Presiden Iran Ibrahim Raisi yang menekankan bahwa kejahatan Israel pasti tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan.
Sementara itu Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi 33.037 jiwa dan 75.668 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Kamis (4/4/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Xinhua News.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tentara-israel-7657jo.jpg)